Wagub: Tingkat Kemiskinan di Mauku Turun | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Wagub: Tingkat Kemiskinan di Mauku Turun

BERITA MALUKU. Wakil Gubernur (Wagub) Maluku, Zeth Sahuburua mengatakan tingkat kemiskinan daerah ini telah mengalami penurunan dari 19,36 persen pada September 2015 menjadi 19,26 persen periode yang sama 2016.

"Meski angkanya terbilang masih tinggi, Maluku masuk peringkat kedua provinsi yang berhasil dalam penurunan kemiskinan," katanya dalam dialog Sambung Rasa, di Ambon, Rabu (1/2/2017).

Ia mengatakan turunnya tingkat kemiskinan dikarenakan kondisi makro ekonomi Maluku relatif stabil dengan pertumbuhan ekonomi pada 2015 mencapai 5,40 persen naik menjadi 5,68 persen pada triwulan ketiga 2016.

Kondisi tersebut didukung oleh laju distribusi pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian sebanyak 24,09 persen, disusul administrasi pemerintahan 22,12 persen serta perdagangan besar dan eceran sebanyak 13,04 persen.

Selain itu, inflasi Maluku menunjukan tren yang positif. Pada awal 2015 berada pada angka 6,15 persen turun menjadi 3,25 persen pada 2016.

Tingkat partisipasi angkatan kerja juga telah mengalami peningkatan dari 64,47 persen pada 2015, naik menjadi 64,51 persen pada 2016, yang diikuti menurunnya tingkat pengangguran dari 9,93 persen pada 2015 menjadi 7,05 persen pada 2016.

"Inflasi yang terkendali menunjukan adanya perbaikan ekonomi yang signifikan dengan upaya dari tim pengendali inflasi daerah bersama Bank Indonesia Perwakilan Maluku," ujarnya.

Dikatakannya lagi, dari segi wilayah georafis, pembangunan ekonomi di Maluku memiliki tantangan yang cukup berat dikarenakan luas wilayah sebesar 712.000 kilometer persegi, tettapi 92,4 persen atau 654.000 KM2 adalah laut, sedangkan daratan hanya 7,6 persen atau kurang lebih 54.000 KM2.

Dari luas wilayah tersebut, 1.338 merupakan pulau-pulau kecil, dan empat pulau besar yakni Seram, Buru, Yamdena dan Wetar yang letak geografis dekat dengan Timor Leste.

Karena itu, melalui Dialog Sambung Rasa bertema Percepatan Pembangunan Ekonomi Maluku yang Inklusif dan Berkelanjutan bertujuan menghimpun berbagai masukan positif dari berbagai instansi dan stake holder.

"Maluku memiliki 1.198 desa, 114 kecamatan, 33 kelurahan, sembilan kabupaten dan dua kota dengan 1,7 juta penduduk. Ini menjadi tantangan yang berat karena harus membangun dari laut. Kta membutuhkan infrastruktur seperti jalan, jembatan dan pelabuhan," katanya.

Dialog Sambung Rasa merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2017 di Ambon pada 1 - 10 Februari 2017.
Sosial 1010079740868557982

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# DPRD MALUKU TENGAH

Indeks

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang