Pedangan Sayur Pasar Jargaria Dobo Minta Pemda Aru Sediakan Lapak | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Pedangan Sayur Pasar Jargaria Dobo Minta Pemda Aru Sediakan Lapak

Ilustrasi
BERITA MALUKU. Sejumlah pedangan sayur di Pasar Jargaria Dobo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Aru menyediakan lapak untuk tempat berjualan mereka setiap hari.

Pasalnya, sejak pasar milik Pemda Aru ini dibangun hampir satu dekade lalu, belum tersedia lapak reprensentatif bagi para pedagang sayur yang rata-rata merupakan warga lokal yang saban hari datang dari pulau–pulau sekitar daerah tersebut.

“Kami ibu-ibu pedagang sayur minta Pemda Aru bisa melihat kondisi Pasar Jargaria Dobo dan membantu kami menyediakan tempat jualan yang baik,” ujar Maya Matoan, salah satu pedagang sayur mewakili rekan-rekannya kepada Berita Maluku Online, Jumat (7/10/16) di lokasi pasar gantung tersebut.

Perempuan ini mengaku, tak tersedianya lapak yang layak menyebabkan sayur – mayur yang dijual tak bisa terlindung dengan baik oleh sengatan matahari sehingga cepat layu dan susah dibeli orang sehingga mereka merugi.

“Payahnya lagi, walaupun tak disediakan tempat layak untuk jualan tapi kami ditagih Rp2 ribu per orang dari pengelola pasar,” ujar Maya.

Padahal tiap hari mereka datang susah payah untuk menjual hasil kebun dari desa-desa yang berada di pulau-pulau terdekat dengan Dobo yang merupakan pusat ibukota Kabupaten Kepulauan Aru, seperti desa Lamerang, Jerwatu, Tungu, Tunguatu, Karangguli dan Desa Kotalama.

"Sayuran yang kami jual seperti kangkung, daun pepaya, bayam dan hasil perkebunan lainnya cepat layu. Jadi waktu menjual hanya pagi dan sore saja sedangkan kalau siang hari kami tak jualan sebab matahari terlalu panas,” tambah perempuan tersebut.

Hal yang sama dikeluhkan ibu-ibu pedagang yang berada di pasar wilayah timur Dobo. Mereka hanya berjualan pada pukul enam hingga sepuluh pagi sedangkan siang hari aktifitas berjualan dihentikan.

Untuk itu, para pedagang tradisional ini meminta Pemda Aru dibawah pimpinan Bupati Johan Gonga dan wakilnya Muin Sogalrey, menyediakan lapak atau tempat jualan representatif berupa tenda – tenda mini agar barang dagangannya mudah disimpan dan tak gampang layu atau membusuk dan bisa bertahan lama.

"Kami mengharapkan uluran tangan dari Pemda kalau bisa sediakan tenda ukuran kecil untuk masing-masing pedagang untuk dijadikan tempat berteduh. Sehingga ketika panas dan hujan kami bisa berjualan," pinta mereka.

Sementara itu, informasi yang diperoleh, pada tahun 2015 pasar Jargaria Dobo sudah mendapat kucuran dana miliaran rupiah dari dana APBN untuk menambah pembangunan pasar Jargaria ini, baik pasar yang berada di sisi darat maupun pasar apung Jargaria.
   
Kucuran dana ini diberikan dalam dua bagian, yaitu dari dana Tugas Perbantuan berjumlah Rp5 miliar dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp2,5 miliar. (Iman/e)
Daerah 3290834259984295516

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang