Sebagian Masyarakat di Maluku Tidak Miliki Radio | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Sebagian Masyarakat di Maluku Tidak Miliki Radio

BERITA MALUKU. Sebagian masyaraklat Maluku, terutama di daerah-daerah terpencil sudah tidak memiliki radio guna mendengar siaran yang dipancarkan RRI, terutama Stasiun RRI Ambon.

"Masyarakat di daerah ini sebagian besar sudah tidak sama dengan periode 1970 hingga 1980-an yang hampir di setiap rumah memiliki radio," kata Pimpinan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Ambon, Natsir Haruna, di Ambon, Selasa.

Ini kendala yang dihadapi LPP RRI Ambon. Apalagi, belum ada pemancar di pulau-pulau perbatasan seperti di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) maupun Maluku Tenggara Barat (MTB) dan Kepulauan Aru.

Kabupaten MBD secara geografis dekat dengan Timor Leste dan Australia, sedangkan Kepulauan Aru berbatasan dengan Australia.

"Jangankan di wilayah perbatasan Maluku. Pulau Seram juga terkadang siaran RRI Ambon tidak didengar dengan jelas," ujarnya.

Natsir yang sudah bertugas di Ambon selama satu tahun ini mengatakan, dia pernah ke Pulau Seram dan memasuki beberapa rumah penduduk sambil menanyakan apakah mendengar siaran RRI Ambon atau tidak, mereka menjawab, membutuhkan informasi tetapi tidak mempunyai radio.

"Saya saat rapat kerja (Raker) di Jakarta, beberapa waktu lalu menyampaikan permasalahan ini dan mendapat tanggapan serius dari Direksi. Dengan melihat anggaran sisa tahun 2016 yang tinggal tiga bulan saja bisa diupayakan untuk membeli radio untuk dibagikan kepada masyarakat yang ingin mendengar informasi tetapi tidak mempunyai radio," ujarnya.

Yang pasti, lanjutnya, tahun anggaran 2017 harus ditambah anggaran guna pengadaan radio yang akan dibagikan kepada masyarakat di daerah terpencil.

Disamping itu juga diharapkan ada perhatian dari Pemerintah di daerah seperti yang dilakukan Abdullah Fanat sewaktu menjadi Bupati Seram Bagian Timur (SBT), di mana beliau membeli radio dan membagikan kepada masyarakat.

"Jadi memang susah juga di daerah ini. Kalau kita memasang pemancar seperti yang akan dibangun di Pulau Moa, Kabupaten MBD dalam waktu dekat ini guna membantu masyarakat mendapatkan siaran RRI. Hanya saja, bila masyarakat sudah tidak mempunyai radio maka ini satu kendala yang dihadapi RRI Ambon," ujarnya.

Ditanya soal siaran yang menarik para pendengar RRI Ambon, dia menjelaskan, harapan Direksi Utama RRI yakni semua RRI di setiap daerah harus mempunyai siaran unggulan.

"Kalau di RRI Ambon sudah mempunyai aspirasi Maluku yang disiarkan setiap pagi hari Senin sampai Jumat pukul 08.00 WIT sampai pukul 09.00 WIT, mengangkat berbagai permasalahan seperti misalnya kebersihan Kota Ambon," ujar Natsir.

Dia menjelaskan, kesadaran masyarakat yang kita bangun, selain menerima telepon dari masyarakat guna menerima masukan RRI Ambon juga mengundang Kepala Dinas Kebersihan, dan Kepala Dinas Tata kota guna menanyakan terkait masalah itu.

"Ada juga Jumat khusus dengan siaran Hallo Wali Kota dan lebih spesifik lagi Wali Kota dan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) guna menjelaskan tentang kemajuan Ambon, yang dibangun setahun belakangan ini," tandas Natsir.
Aneka 7782067601494118894

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang