Rakon PKK Maluku Dapat Melahirkan Program Yang Lebih Transformatif | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Rakon PKK Maluku Dapat Melahirkan Program Yang Lebih Transformatif

BERITA MALUKU. Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff mengharapkan Rapat Konsultasi (Rakon) dapat melahirkan program-program yang lebih transformatif.

Harapan ini disampaikan Gubernur dalam Rakon Tim Penggerak PKK provinsi Maluku, yang berlangsung di gedung PKK, Senin (5/9/2016).

program-program transformatif yang disampaikan orang nomor satu di Maluku itu, antara lain menggerakan perubahan mindset  atau pola pikir  dengan sejumlah konstruksi sosial yang “bias gender”, yang menempatkan perempuan sebagai sub-ordinasi dari laki, seperti stereotif laki-laki itu rasional, perempuan itu emosional, laki-laki itu cerdas, perempuan itu bodoh, laki-laki itu makhluk supermen, perempuan itu makhluk second man (makhluk kelas dua), laki-laki itu kuat, perempuan itu lemah, laki-laki dalam kepanitian jadi ketua, perempuan jadi bendahara atau seksi konsumsi, hingga dalam dunia pendidikan pernah ada bacaan dalam buku ajar yang berbunyi “ibu sedang memasak di dapur, sedangkan bapak sedang ke kantor”, dan lain-lain. Semua stereotif itu melemahkan peran perempuan, baik di ruang domestik maupun di ruang publik.

Kedua, pengembangan kapasitas Tim Penggerak PKK, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga ke tingkat dusun, agar memiliki pengetahuan yang memadai tentang kesetaraan gender. Karena tak bisa dinafikan dampak dari konstruksi sosial yang “bias gender”, cukup berpengaruh terhadap program PKK, yang terkadang lebih banyak menempatkan diri sebagai sub-ordinasi dari laki-laki.

Ketiga, program-program PKK harus mampu menyentuh pelbagai permasalahan yang dihadapi oleh perempuan dan keluarga dewasa ini, seperti pendidikan keluarga, khususnya kesempatan perempuan di Maluku terhadap pendidikan tinggi, masalah kesehatan keluarga, khususnya kesehatan ibu dan anak, (kesejahteraan ibu hamil dan menyusui), masalah HIV/Aids dimana anak dan isteri banyak menjadi korban dari kelakuan suami, masalah ekonomi keluarga, dan sebagainya. Selain itu pentingnya pendidikan keterampilan untuk keluarga. Pada konteks ini, Tim Penggerak PKK dapat tampil di garda terdepan sebagai sang pencerah.

Keempat, dalam posisinya sebagai perempuan, yang secara kodrati punya rasa keibuan yang tinggi, diharapkan selalu menjadi agen perdamaian sebagaimana success story perempuan di Maluku dalam melakukan peace building selama ini.

"Kita harus jujur, perempuan di Maluku punya peran yang sangat besar terhadap proses rekonsiliasi dan recovery Maluku pasca konflik. Sebagai contoh, mulai dari andil Ibu Jibu-jibu yang melintas batas sebagai media rekonsiliasi, hingga peran Gerakan Perempuan Peduli Maluku, dll," katanya.

Untuk itu, selaku Ketua Pembina Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, dirinya menghimbau peserta dalam Rapat Konsultasi nanti dapat menjadikan forum ini sebagai media silaturahim untuk membahas dan mendiskusikan berbagai persoalan mendasar dalam suasana penuh kekeluargaan dan keakraban. Marilah berdiskusi secara krtitis, kreatif dan inovatif, serta arif dan bijaksana, pasti Tim Penggerak PKK dan anggotanya di daerah ini akan jaya, dan Maluku akan sejahtera.
Aneka 7646405201310302772

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang