DPRD Maluku Harap Pemkab Malra Optimal Jual Objek Wisata Melalui Festival Meti Kei | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

DPRD Maluku Harap Pemkab Malra Optimal Jual Objek Wisata Melalui Festival Meti Kei

BERITA MALUKU. Anggota DPRD Maluku asal Fraksi Golkar Fredik Rahakbauw mengharapkan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara lebih optimal dalam menjual berbagai objek wisata daerah itu melalui kegiatan Festival Meti Kei 2016.

"Berbagai objek wisata Maluku Tenggara menarik untuk selalu dipromosikan guna memancing wisatawan datang ke wilayah tersebut," katanya di Ambon, Jumat (23/9/2016).

Yang dipromosikan itu merupakan kultur adat budaya setempat dan membonceng kepentingan pariwisata, budaya, bahasa, kepentingan daerah sana untuk dijual ke luar supaya bisa mendatangkan pendapatan bagi daerah melalui kunjungan domestik atau pun mancanegara.

Sehingga diimbau kepada seluruh masyarakat Kei, pada saat pembukaan festival tanggal 8 Oktober dan berakhir pada 22 2016 nanti, haruslah ditonjolkan yang terbaik dari tanah Kei untuk masyarakat atau undangan dan wisatawan yang datang agar objek wisata yang ada dapat dijual secara maksimal ke luar.

"Kita juga berharap kepada pemerintah daerah sudah harus berani menampilkan sektor pariwisata, ini yang penting karena dengan adanya Pesona Idonesia kemarin, khususnya Maluku Tenggara dan lebih khusus Ngurtafur sebagai salah satu dari sepuluh surga tersembunyi yang ada di Indonesia Timur ini perlu dikembangkan," ujarnya.

Penghargaannya juga sudah diterima Bupati Malra di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sehingga menjadi acuan dengan adanya piala yang diterima pemda lewat Pesona Indonesia harus membonceng seluruh kepentingan pariwisata di daerah itu.

Dinas Pariwisata MTB juga harus berani menjual objek wisata Kei lewat media sosial atau media masa sebagai salah satu surga tersembunyi agar mata dunia juga melihat daerah itu bukan hanya sebagai tempat wisata tapi ada sektor lainnya yang bisa dikembangkan.

Apalagi di Maluku Tenggara juga ada peninggalan bangsa Jepang dan Belanda, meski pun tidak ada bentengnya tetapi kuburan berusia ratusan tahun dari jaman Belanda ada di sana.

Menurut dia, istilan Meti Kei bukan baru disebut-sebut sekarang ini tetapi sebenarnya sudah dari dahulu dan ini hanya istilah dan sudah menjadi trand ketika meti panjang. dimana-mana lalu disebut begitu dan selalu terjadi pada bulan Oktober "Cuma saya berikan apresiasi kepada Pemkab Malra dalam rangka melaksanakan festival budaya Meti Kei dan selaku anak Kei, saya mau bilang dengan festival ini membuka ruang untuk bagaimana insdustri pariwisata berkembang lebih baik di sana," tandas anggota DPRD Maluku asal dapil Kota Tual, Kabupaten Malra, dan Kabupaten Kepulauan Aru itu.

Dengan pesona Indonesia kemarin, salah satu surga tersembunyi di Kei adalah Ngurtafur yang pasirnya berada di tengah laut sepanjang 2 kilo meter dan letaknya berada di wilayah Kecamatan Kei Kecil Barat pada petuanan Ohoi Warbal.
Pariwisata 5090018338624826854

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang