Pertama di Maluku, Dua Universitas Angkat Pela | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Pertama di Maluku, Dua Universitas Angkat Pela

BERITA MALUKU. Persaudaraan sejati hidop orang basudara di Maluku sudah menjadi habitus bahkan karakter masyarakat Maluku, wujudnya dapat dilihat pada modal sosial kultural orang Maluku, seperti budaya Pela, Gandong, Larvul Ngabal, ‘Aini Ain, Kai Wai, Kalwedo-Kidabela, Tiga Batu Tungku, Famili, dan sebagainya. Dimana kebersamaan dan persaudaraan sejati (hidop Orang Basudara) itu tercermin pada ungkapan ale rasa, beta rasa, potong di kuku rasa di daging, serta sagu salempeng dibagi dua. Inilah semangat pro-eksistensi orang Maluku.

Modal sosial kultural yang cukup terkenal di Maluku adalah pela, yaitu suatu system hubungan sosial yang dikenal dalam masyarakat Maluku, berupa suatu perjanjian hubungan antara satu negeri (kampung atau des) dengan negeri lainnya, yang biasanya berada di pulau lain dan kadang juga menganut agama lain di Maluku (Bahasa Ambon Tapele Tanjong). Biasanya satu negeri memiliki paling tidak satu atau dua Pela yang berbeda jenisnya.

Pela juga terbagi tiga jenis Pela yaitu Pela Karas (Keras), Pela Gandong (Kandung) atau Bongso (Bungsu) dan Pela Tampa Siri (Tempat Sirih).

Hubungan Pela di Maluku bukan hanya diperuntukan bagi negeri/desa yang ada di Maluku, namun secara keseluruhan, salah satunya di bidang pendidikan perguruan tinggi, antara Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, dengan jenis Pela tampa sirih, yang berlangsung disela-sela International Conference, yang diselenggarakan konsorsium Belanda-Indonesia dengan dialog pendidikan antar agama di Maluku, berlangsung di Islamic center, Rabu (24/8/2016).  

Angkat Pela kedua perguruan tinggi ini disaksikan secara langsung oleh Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff, sekaligus memikul kain tanggungjawab, dilanjutkan dengan memakan siri, sambil mengucapkan kapata-kapata adat yang sakral “Sei hale hatu, hatu lisa pei, Sei lesi sou, sou lisa ei" atau bila diartikan sebagai "Barang Siapa mencoba membalikkan Batu, Maka Batu akan menindisnya, Barang siapa yang melanggar Sumpah, Sumpah akan membunuh dia".

Usai pengukuhan pela bagi kedua perguruan tinggi, Kepala Lembaga Penilitian, UKIM, yang juga merupakan tim pengangas, Marthin Maispaitella, mengungkapkan angkat pela yang dilakukan untuk memperkokoh tali silahturahmin persekutuan bagi perabadan di Maluku.

Untuk implementasinya, kata Maispaitella dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan perguruan tinggi. Mengingat momentum yang langkah, bersajarah, dan pertama kali terjadi di perguruan tinggi, maka tidak ada pilihan lain, semua civitas akademika harus bersama-sama merumuskan kontruksi pela yang dibangun dan  mudah-mudahan menjadi peradaban baru dalam mengemasi pendidikan tinggi, dan mensukseskan Maluku sebagai laboratorium kerukunan umat beragama di Indonesia bahkan dunia.

“Mudah-mudahan hal ini menjadi model bagi perguruan tinggi yang ada di daerah lain,” ujarnya.
Aneka 6264685565443971962

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang