Bocah Penderita Gizi Buruk di Dobo Sekarat | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Bocah Penderita Gizi Buruk di Dobo Sekarat

Ilustrasi
BERITA MALUKU. Seorang bocah berusia enam tahun di Dobo, ibukota Kabupaten Kepulauan Aru berada dalam kondisi sekarat akibat menderita gizi buruk atau malnutrisi.

Bocah malang bernama Sonia Londi ini terpaksa dipulangkan, lantaran tak ada perubahan signifikan saat mendapatkan perawatan selama berbulan-bulan di Rumah Sakit Umum Cendrawasih, kota Dobo.

Saat ini, Sonia hanya mampu disuapi bubur secara rutin menggunakan selang khusus dan dibiarkan terbaring lemas dengan kondisi memburuk di rumahnya, di perumahan kumuh, Kelurahan Siwalima, Dobo.

Orang tua Sonia, Lodia Melmambessy, kepada Berita Maluku, Jumat (5/8/2016) mengaku tak mampu berbuat banyak menghadapi kondisinya, karena tak punya cukup dana untuk membiayai perawatan di rumah sakit.

Menurut Melmambessy, setelah membawa pulang anaknya, pihak rumah sakit berjanji akan mengontrol perkembangan kondisi anaknya secara rutin, namun janji hanya terealisasi sekali pada tanggal 4 Desember 2015 sejak Sonia dipulangkan akhir Agustus 2015.

“Seterusnya, sampai pertengahan tahun 2016, tak ada yang mengontrol,” kata Melmambessy.

Sebagai warga tergolong kurang mampu, Melmambessy memohon pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru dalam hal ini Bupati Johan Gonga untuk menyikapi kondisi anaknya yang kini dalam kondisi sekarat.

Warga yang mengetahui kondisi Sonia pun mengaku prihatin.

Menurut mereka, penanganan penderita kasus gizi buruk di daerah penghasil muitara itu kurang maksimal, padahal pemerintah pusat telah gencar mengatasi penderita gizi buruk di tanah air dengan menggelontorkan dana tak sedikit, namun penanganan pasien malnutrisi terkesan tak berjalan secara baik di Kabupaten Kepulauan Aru.

"Mungkin karena orang tua Sonia tergolong keluarga kurang mampu sehingga kurang mendapatkan prioritas pelayanan yang semestinya," kata seorang warga yang tak mau menyebut namanya, dengan nada kesal.

Direktur Rumah Sakit Cendrawasih, Hendrik Darakay saat dikonfirmasi terkait penanganan dan pelayanan kesehatan kepada penderita gizi buruk ini, membantah telah memperlakukan pasien tidak sebagaimana mestinya.

Dia mengaku pihaknya sudah melakukan perawatan maksimal sesuai mekanisme pelayanan yang dibutuhkan pasien.

Dikatakan, kalaupun pasien dirumahkan, itu merupakan tanggung jawab pihak puskesmas dimana penderita gizi buruk itu berada dalam upaya kontrol mereka sekaligus membina pasien sesuai program Dinas Kesehatan, yakni gizi, promo kesehatan masyarakat, perawatan kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Siwaliama, Hadija Hasi yang dihubungi, mengklarifikasi penyakit yang diderita bocah ini.

Hadija mengatakan, bahwa bocah ini merupakan pasien tubercolosis (TBC) yang telah menyerang kelenjar, dan  ada pula penyakit penyerta yang diderita bocah malang tersebut.

Sehingga kata dia, untuk menanggulangi kasus seperti yang diderita Sonia, diimbau kepada warga agar perlu adanya kesadaran untuk dapat membersihkan lingkungan tempat tinggal masing-masing, karena kuman dapat berkembang di tempat lembab, dan penyakit pun dapat terhindari.

“Lokasi rumah yang ditempati keluarga penderita tak menjamin kesembuhan anak itu,” katanya.

Terkait kasus itu, Hadija mengaku bahwa sebulan sekali pihaknya melakukan penyuluhan posyandu, perawatan kesehatan masyarakat dan program pengendalian tubercolosis (P2TBC) di wilayah kerjanya. (IMANe)
Kesehatan 2550744397098817216

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang