Si Cerdas Beny Mahupale Telah Tiada | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Si Cerdas Beny Mahupale Telah Tiada

BERITA MALUKU. Beny, begitulah Benjamin Mahupale disapa para koleganya. Namanya  tak asing bagi kalangan politisi maupun kalangan birokrasi dan para elit di daerah.ini.

Kabar meninggalnya Beny, membuat banyak kalangan terutama-teman-teman dekat tersentak, karena Beny termasuk sosok orang baik dan banyak berteman. Beny Mahupale meninggal dunia di usia 77 tahun. Beny adalah seorang birokrat yang mengabdi di kantor gubernur Maluku hingga pensiun dipertengahan tahun 90-an.

Tetapi sejak era tahun 70-an Beny Mahopale mulai terjun ke dunia politik praktis setelah ia ditunjuk sebagai Ketua DPRD Maluku Tenggara saat berusia 30 tahun. Sebelum menjabat ketua DPRD Malra, Beny sempat ditunjuk sebagai salah satu camat di kepulauan Kei.

Memang Beny bukanlah seorang sarjana tetapi dengan banyak membaca buku serta banyak bergaul menembusi semua strata sosial, membuat wawasannya semakin luas. Tak sedikit politisi-politisi kawakan didaerah ini mengakui Beny adalah guru politik mereka. Sebut saja Ety Sahuburua, Richard Louhenapessy dan sejumlah politisi lainnya.

Setelah pensiun dari kantor gubernur bagian Biro Humas, Beny masih dipakai banyak orang sebagai visitator politik, bahkan pengatur strategi pemenangan dalam pemilihan kepala daerah.

Di usia lansia ini, Beny banyak menghabiskan waktu sisanya dengan menemui rekan-rekannya yang masih hidup untuk ngobrol-ngobrol sebagai refresing. Bahkan sering bermain biliar.

Semua itu dilakukan Beny hanya untuk refresing dihari tua. Maklumlah, Beny memang sudah menduda lebih dari 30 tahun.

Dengan sabar, Beny membesarkan anak-anaknya tanpa istri pendamping. Beny memang tidak mau mencari istri pengganti, karena semasa hidup ketika salah satu temannya bertanya bahwa “pak Beny tidak kawin lagi? Beny menjawab tidak lagi karena saya sudah berjanji di depan peti jenazah istri saya untuk tidak akan kawin lagi,” tutur Beny Mahupale semasa hidupnya beberapa tahun lalu.

Satu hal yang tak pernah dilupakan selama menjadi pegawai kantor gubernur Maluku, Beny merupakan anak kesayangan gubernur Hasan Slamet saat itu walaupun pegawai biasa tetapi pikiran-pikiran Beny Mahupale sangat dibutuhkan gubernur untuk membangun Maluku.

Beny dimata gubernur Hasan Slamet adalah sosok pegawai cerdas. Bahkan sebagaimana yang diceritrakan Beny selama ia masih hidup, sering ia diajak pak gubernur Hasan Slamet beberapa kali duduk santai di pantai Natsepa waktu malam hari untuk bertukar pikiran.

“Beta bagngga dengan pak gubernur Hasan Slamet. Dalam membangun daerah Maluku beliau senang mendapat banyak masukan dan beta sering dipanggil pak gubernur jalan-jalan ke pantai Natsepa kami berdua duduk dan gubernur mendengar masukan-masukan. Dan beta bilang gubernur Maluku harus seperti pak Hasan Slamet. Beliau ingin mendapat banyak masukan untuk membangun daerah ini. Dan untuk mendapat masukan, beliau tidak pandang tinggi rendahnya pendidikan seseorang, tetapi yang penting pikirannya objektif dan rasional pak gubernur menerimanya. Beta ini sapa kok bisa disayangi pak Hasan Slamet? Cuma karena banyak yang saya sampaikan kepada beliau itu masuk akal maka, beta selalu diajak pak gubernur kemana-mena,” kenang Beny Mahupale beberapa tahun lalu. 

Beny hanya hidup dengan gaji pensiun sekitar Rp. 3 juta dan gaji itu diperuntuhkan untuk hidup sebulan bersama seorang anak laki-laki sedangkan kedua anak perempuan Beny telah bekerja di bank di jakarta dan sudah berkeluarga. 

Beny tinggal bersama satu anaknya di Talake. Di ruang tamunya yang luas tidak lebih dari 2x2 meter itu, ada sebuah rak buku dengan aneka ragam buku dan kebanyakan dengan bahasa Inggris. Sedangkan di dindingnya terlihat foto-foto nostalgia Beny tempo doloe dan salah satunya foto Beny dengan mantan presiden SBY.

Wawasan Beny Mahupale cukup bagus karena ia banyak belajar dari profil sejumlah tokoh besar dunia dan juga para  filsuf Yunani. Beny  masih menghafal satu persatu tokoh- tokoh besar dunia dan para filsuf Yunani seperti, Albert Einsten (penemu bom atom), Habel Pontius (penemu Hand phone) dan para filsuf yunany, Socrates, Plato, Aris Toteles serta pikiran-pikiran bijak mereka.

Beny tergolong lansia yang paling cerdas dan daya ingatnya yang cukup tinggi. Tetapi minggu pekan kemarin, ia dipangil pulang Bapa di surga, Tuhan Yang Maha kuasa untuk selamanya.

Dan bagi semua orang kiranya kebajikan Beny Mahupale serta pikiran-pikaran bijaknya dapat ditulis dengan tinta emas pada log batu agar selalu dikenang, sedangkan hal-hal yang mungkin tidak baik biarlah ditulis di bibir pantai sehingga ombak memecah dan menghapusnya.

Selamat jalam pak Beny Mahupale, namamu tetap dikenang. (nusye Latekay)
Aneka 997999360861505713

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang