Gubernur Maluku Ajak Masyarakat Resapi Nilai-Nilai Perjuangan Kapitan Pattimura | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Gubernur Maluku Ajak Masyarakat Resapi Nilai-Nilai Perjuangan Kapitan Pattimura

BERITA MALUKU. Hampir dua abad sudah perayaan pahlawan nasional Pattimura dirayakan dengan tujuan mengenang semangat perjuangan anak-anak Maluku dalam melawan penjajahan, serta menegakan nilai-nilai kebenaran dan keadilan, demi Indonesia merdeka.

Untuk itu, dalam peringatan hari Kapitan Pattimura ke-199, Gubernur Maluku mengajak seluruh warga Maluku untuk meresapi nilai-nilai perjuangan Pattimura, agar budaya hidup orang basuadara tetap lestari. Hilangkan semangat bakukuku, hilangkan semangat bakuhela dan kembangkan terus semangat terus bakuhala.

“Itulah filosofi kita, filosofi perjuangan pahlawan Pattimura, agar kelas SDM Maluku bisa unggul dan berjaya. Tidak saja di kawasan nusantara, tapi di forum-forum internasional,” kata Gubernur dalam sambutan pada peringatan hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura, yang berlangsung di kota Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (15/5/2016).

Dijelaskan, janji sang kapitan Thomas Matulessy sebelum ajalnya tiba, yakni Pattimura tua akan mati, tetapi akan bangkit lagi Pattimura-Pattimura muda untuk meneruskan perjuangan ini. Adalah bukti, bahwa kebenaran dan keadilan itu tidak bisa di belokkan.

Karena itu jiwa dengan jiwa dan semanggat perjuangan Pattimura, tentu sama dengan jiwa dan semangat kita, toma ombak dan tantang arus.

Menurut Assagaff, memahaminya pun tidak sulit, karena jiwa dan semangat orang Maluku adalah juga jiwa dan semangat keutuhan, cinta damai, rela berkorban dan mengutamakan persatuan dan persaudaraan diatas segalanya. 

“Dengan merayakannya kembali, seakan kita terkesan dalam semangat perjuangan Tumbuhkan peradaban merdeka bangun semangat juang dan wujudkan masyarakat sejahtera. Artinya dengan merayakan hari Pattimura ini, kita ingin merangsang masyarakat di pulau-pulau lainnya, untuk menggali dan menghidupkan event-event historis, kultural yang bernilai luhur, supaya seremoni seperti ini tidak menjadi hiasan sejarah,” tuturnya.

Selebihnya, kata orang nomor satu di Maluku, dengan merayakannya di jantung pulau Lease, sama dengan kita membangun pusat-pusat parawisata budaya dan historis di Maluku.

"Ditempat ini pula, pernah saya katakan, bahwa sudah saatnya kota Ambon dikembangkan sebagai pintu masuk dan lalu lintas parawisata. Sedangkan pulau-pulau lainnya harus dibangun sebagai potensi parawisata yang unggul."

“Konektivitas dengan Ambon harus diatat dalam atmosfir seperti itu, dengan demikian, pilihan merayakan hari Pattimura di kota Saparua, adalah pilihan membuat semua pulau bertumbuh dan berkembang seirama dan sejalan sama rasa dan rasa sama dalam semua sektor pembangunan,” ucapnya.

Prosesi Adat Obor Kapitan Pattimura

Sebelum perayaan pahlawan nasional Pattimura dipusatkan di lapangan merdeka, Saparua, Sabtu (14/5/2016), telah dilangsungkan proses adat pembuatan api unar dengan cara tradisional menggesekan pelepah bambu di Gunung Saniri, Negeri Tuhaha, yang dilakukan Cada Polatu, Daniel Tatipikalawan, Rivans Matakena dan Agustinus Sahetapy. Kemudian Api tersebut, selanjutnya disulut ke obor pahlawan nasional asal Maluku Kapitan Pattimura.

Kemudian obor tersebut diringi tarian cakalele dibawah turun dari gunung saniri melewati 255 anak tangga menuju desa Waisisil untuk disimpan.

Minggu, (15/5/2016), obor tersebut kemudian diambil oleh tua adat negeri Saparua, Max Simatau, dengan diringi tarian cakelele dan konvoi kendaraan roda dua yang dijaga ketat aparat keamanan, untuk diserahkan ke Camat Saparua F Hehanusa.

Hehanusa kemudian menyerahkan lagi kepada Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal, dan diteruskan kepada Gubernur Maluku Said Assagaff untuk dibakar di obor induk yang memiliki ketinggian dua meter yang berada tepat di depan benteng Duurstede.  
Kebudayaan 5211567469978600290

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang