Potensi SDA KTI Tingkatkan Kesejahteraan Masa Mendatang | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Potensi SDA KTI Tingkatkan Kesejahteraan Masa Mendatang

BERITA MALUKU. Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua menegaskan, potensi kekayaan sumber daya alam (SDA) yang terdapat di wilayah kawasan timur Indonesia (KTI) semakin menjanjikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.

"Potensi SDA di KTI sangatlah besar dan menjanjikan masa depan bangsa, misalnya potensi energi dan mineral yang saat ini diminati investor dalam dan luar negeri untuk dieksploitasi," kata Wagub, di Ambon, Sabtu (2/4/2016).

Karena itu, menurut Zeth forum koordinasi antarpemerintah daerah di KTI yakni Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, perlu lebih di perkuat dan disinergikan, guna mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan dalam pengelolaan SDA melimpah di masing-masing daerah.

Dia mencontohkan, penemuan ladang gas abadi Blok Masela di, kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Maluku yang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah ditetapkan pembangunannya di darat, merupakan salah satu potensi SDA terbesar yang dimiliki Maluku, di mana pengelolaannya di masa mendatang akan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah timur.

"Jadi tidak hanya Maluku, tetapi provinsi sekitar juga akan memperoleh manfaat dari ekploitasi ladang gas abadi ini, terutama penyerapan tenaga kerja yang direncanakan mencapai ribuan orang," katanya.

Wagub juga mengatakan, kebijakan pembangunan nasional oleh Presiden Jokowi bersama Wapres Jusuf Kalla melalui program Nawacita yakni membangun Indonesia dari pinggiran, pembangunan tol laut untuk menjadikan Indonesia poros maritim dunia, menempatkan KTI sebagai kawasan strategis masa depan bangsa, sehingga perlu dibangun penguatan kerjasama regional.

"Pemerintah di KTI perlu melakukan langkah-langkah konkrit bersama untuk menjaga dan melestarikan kawasan ini sebagai wilayah masa depan bersama, karena KTI saat ini mendapat perhatian serius Pemerintah Pusat," katanya.

Selain pertambangan dan mineral, potensi bahari di KTI juga dapat menjadi pusat aktivitas wisata, karena keindahan pulau kecil dan alam bawah lautnya yang eksotik, di samping peninggalan sejarah masa lalu, sehingga harus dikelola dengan mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Kerjasama regional antardaerah di KTI, ujar Wagub, perlu ditingkat untuk mengatasi berbagai persamaan problem pembangunan yang dihadapi masing-masing provinsi secara terintegrasi, diantaranya kemiskinan kawasan, kesenjangan pembangunan antarwilayah, permasalahan lingkungan pesisir dan pulau-pulau kecil, serta eksploitasi potensi SDA.

Selain itu, banyak daerah dan pulau di KTI yang tergolong tertinggal, terluar sekaligus menjadi beranda depan dengan negara tetangga Australia, Timor Leste dan Filipina Selatan, tetapi belum didukung infrastruktur dasar yang sangat terbatas.

Dia menambahkan, kawasan timur Indonesia menjadi inti dari pusat segitiga sebaran karang tropis dunia, sehingga dibutuhkan upaya pemeliharaan komprehensif terhadap mangrove dan terumbu karang di wilayah pesisir, agar mampu menyuplai makanan untuk berbagai biota laut pada wilayah regional.

Wagub menambahkan, saat ini dari sektor perhubungan, konektivitas antarwilayah Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, telah terhubung baik dengan kapal perintis maupun milik PT. Pelni.

Diantaranya rute pelayaran angkutan feri dari Pulau Seram, Maluku telah melayari rute pulau-pulau kecil di wilayah selatan Papua dan Papua Barat, sedangkan ke arah Maluku Utara, kapal feri dari Pulau Buru telah melayari rute hingga ke Kepulauan Sula.

"Beberapa rute pelayaran ini merupakan implementasi konsep pembangunan gugus pulau, laut pulau dan pintu jamak melalui sistem transportasi Trans Maluku, di samping ditunjang transportasi Sabuk Nusantara untuk mendukung kerjasama pengembangan kawasan secara regional," katanya.

Wagub menambahkan, berbagai program pembangunan yang saat ini dilakukan di kawasan timur akan berdampak besar terhadap kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mewujudkan KTI sebagai kawasan maju dan mandiri serta sejajar dengan daerah lainnya di Indonesia.
Aneka 3799924903399951052

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang