Masyarakat Adat Buru Bantah Lakukan Pengrusakan Pos Polisi | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Masyarakat Adat Buru Bantah Lakukan Pengrusakan Pos Polisi

BERITA MALUKU. Masyarakat adat Buru membantah telah melakukan pengrusakan terhadap stopal milik Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan dua pos polisi.

Bantahan ini disampaikan Ketua LSM parlemen jalan Buru Arif Suamolwe kepada wartawan di kantor Gubernur, Rabu (3/2/2016).

“Kami sudah menyampaikan hal ini kepada Wakil Gubernur Zeth Sahuburua, bahwa kekacauan yang terjadi di gunung botak tidak dilakukan oleh masyarakat ada, tetapi dilakukan oleh oknum-oknum yang ingin mengadu dombakan masyarakat adat dengan perusahaan dan pemerintah,” ujarnya.

Dikatakan, kekacauan yang terjadi bisa saja merupakan permainan dari pengusaha-pengusaha sendimen merkuri yang selama ini tidak tersentuk dengan hukum. 

“Kami selaku masyarakat adat telah di solomin, padahal kami ini masyarakat adat berperilaku budidaya adat yang mengajarkan rasa kasih sayang dengan semangat retimen barasei,” ucapnya.

Menindaklanjuti hal ini, pihaknya sudah melakukan monitoring dan akan melaporkannya kepada Kapolda Maluku, Pangdam XVI Pattimura, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku dan Gubernur.

Untuk diketahu, membaranya kembali tambang illegal gunung botak terjadi pada Minggu (31/1), sekitar pukul 15.00 WIT. Dimana masa yang diduga merupakan masyarakat adat dengan menggunakan mobil pick up Estrada sekitar 17 unit mendatangi lokasi Wasboli.

Dimana lokasi tersebut merupakan tempat penyimpanan material pasir yang diangkut dari Dusun Anhoni. Kedatangan ratusan massa itu langsung menyerang PT BPS dan melakukan pembakaran serta pengrusakan terhadap dua pos dan camp karyaean PT BPS.
Gunung Botak 8065048686066600342

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang