Dari Ketua DPRD Maluku Sampai Wali Kota, Richard Louhenapessy Setia Pimpin Pelpri | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Dari Ketua DPRD Maluku Sampai Wali Kota, Richard Louhenapessy Setia Pimpin Pelpri

BERITA MALUKU. Dari bawah atap gereja tua Soya 6 tahun silam, Richard Louhenapessy dan beberapa orang laki-laki dan perempuan jemaat GPM Soya, dilantik sebagai Ketua Pengurus Wadah Pelayanan Laki-laki (Pelpri) dan Perempuan (Pelwata).

Ia dipercaya menjadi ketua Pelpri kelompok Jusuf, Sektor Getsemani, jemaat Soya. Waktu itu pak Ris, sapaan akrab Richard Louhenapessy masih menjabat ketua DPRD Maluku.

Waktu terus berjalan hingga memasuki tahun ke enam Richard telah menjabat Wali kota Ambon, tetapi dia tak pernah merasa malu atau gengsi memimpin wadah paling kecil di barisan laki-laki tingkat sektor jemaat itu.

Pelpri Sektor Getsemani memang melahirkan pemimpin. Tak terkecuali pak Richard Louhenapessy, Buce Seleky, salah satu pengurus pelpri Getsemani itu juga berhasil menjabat wakil bupati Buru Selatan dan kemarin terpilih kembali untuk periode kedua bersama bupati Tagob Solissa.

Hari Selasa malam, 23 Februari 2016, di kediaman Wali kota, Karpan Ambon, dirayakan HUT Pelpri Getsemeni yang ke 6 tahun dalam suasana sederhana. Hadir kemitraan wadah laki-laki dan perempuan jemaat Soya, weadah laki-laki jemaat Syalom Batu Meja dan laki-laki jemaat Getsemani Bere-bere.

Ibadah dipimpin Pdt Sonya, dan penghotbah adalah mantan ketua Sinode GPM, Pdt DR. John Ruhulessin.
Hadir ketua sub Komisi tingkat Klasis pulau, Pdt Lailosa,Ketua Majelis jemaat Soya Pdt Piet Kempa, Pdt Ohelo serta sejumlah undangan lainnya.

Diperkirakan jemaat yang hadiri HUT Pelpri Getsemani pimpinan Richard Louhenapessy itu sekitar ribuan orang.

Dalam khotbahnya, Pdt Ruhulessin katakan, saat ini sulit mendapatkan keteladanan apakah keteladanan kasih sayang, keteladanan soal kesetiaan, keteladanan soa kesabaran, kelemah-lembutan dan keteladan tentang berbagai kebaikan.

Ruhulessin memberi ilustrasi seorang Pdt di Argentina yang hanya dalam beberapa waktu saja jemaat yang dipimpinnya berlipat ganda.

Dari satu jemaat dengan jumlah 1000, bertambah menjadi 2000 kemudian betambah menjadi 4000, kemudian bertambah menjadi 8000 dan bertambah menjadi 12.000 jemaat. Namun Pdt itu mengaku, ia merasa apa yang dilakukan itu, walaupun secara kwantitas jemaat bertambah banyak, namun tak ada pertumbuhan iman.

Menurut Ruhulessin di saman sekarang ini pun sebagai Pendeta harus mengakuui  hal itu bahwa sekalipun jemaat bertambah, gedung gereja yang bertambah tetapi pertumbuhan iman sangat sulit dijumpai.

"Oleh karena itu harus punya komitmen dengan Tuhan untuk selalu berbuat yang terbaik bagi Tuhan dan sesama,” ajak John Ruhulessin.(*)
Pilkada Ambon 5090405150047340790

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang