Paska Gempa Bumi di Bursel, Pengungsi Ambalauw Minta Bantuan Tenda | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Paska Gempa Bumi di Bursel, Pengungsi Ambalauw Minta Bantuan Tenda

Gambar: BMKG.co.id
BERITA MALUKU. Warga Pulau Ambalauw, Kabupaten Buru Selatan yang rumahnya rusak akibat guncangan gempa tektonik berkekuatan 5,4 SR pada Minggu, (17/1) meminta perhatian pemerintah menyalurkan 1.000-an tenda darurat.

"Rumah kami hancur akibat gempa bumi sehingga terpaksa membuka tenda seadanya di halaman kosong untuk ditempati," kata salah satu warga Desa Ulima, Kecamatan Ambalauw, Abukarim Belasa, yang dihubungi dari Ambon, Senin (18/1/2016).

Kebutuhan tenda ini sangat diperlukan sekarang karena terdapat 246 rumah warga yang retak-retak, dan 146 unit diantaranya tergolong rusak parah.

Bahkan ada rumah warga milik Gawi Siompu yang roboh sehingga tidak bisa ditempati lagi akibat guncangan gempa tektonik 5,4 SR pada kedalaman 10 kilo meter di bawah permukaan laut.

Menurut dia, Masjid Desa Ulima juga mengalami keretakan pada dinding dan menaranya, sedangkan pagar pembatas dermaga pelabuhan desa itu roboh seketika.

Sedikitnya terdapat tujuh desa di Pulau Ambalauw dan Desa Ulima yang dihuni 103 KK serta Masaoi 65 KK merupakan dua kawasan yang paling mengalamai kerugian matrial akibat banyak rumah warga hancur.

Dia mengaku, meski kecamatan Ambalauw masuk daerah administratif Kabupaten Buru Selatan, tetapi yang melakukan kunjungan pertama kali pascagempa adalah utusan Bupati Buru, Ramly Umasugy beserta BPBD.

Rombongan ini juga sempat membawa bantuan obat-obatan, makanan, serta tenda bagi warga yang mengungsi dan sudah melakukan pendataan kerusakan.

Sedangkan Bupati Bursel, Tagop Soulissa bersama para satuan kerja perangkat daerah (SKPD) setempat hingga camat Ambalauw sedang berada di Jakarta, sehingga yang baru melakukan peninjauan korban gempa adalah Asisten III Setda Bursel bersama dua stafnya.

Kasie Data dan Informasi BMKG Ambon, Kustoro mengatakan, gempa tektonik berkekuatan 5,2 SR mengguncang Pulau Buru dan Ambalauw pada Minggu, (17/1) sekitar pukul 08.22 WIT.

Lokasi gempa terletak pada posisi 3,8 Lintang Selatan dan 127,28 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilo meter di bawah permukaan laut.

Pusat gempa terletak sekitar 63 kilo meter Namlea, Ibu Kota Kabupaten Buru dan 98 kilo meter arah timur Namrole, Ibu Kota Kabupaten Buru Selatan.

Meski pun tidak berpotensi terjadi tsunami, namun getaran gempa di Kota Namlea dan Kota Namrole serta Pulau Ambalauw terasa tiga MMI sehingga membuat warga sempat panik.

Sedangkan getaran gempa juga terasa di Ambon, Ibu Kota Provinsi Maluku berkekuatan satu hingga dua MMI.
Daerah 4077155331661613133

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang