Gubernur Maluku: Sianida dan Merkuri Harga Mati, Tidak Boleh Digunakan | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Gubernur Maluku: Sianida dan Merkuri Harga Mati, Tidak Boleh Digunakan

BERITA MALUKU. Gubernur Maluku, Said Assagaff dengan tegas mengatakan bahwa bahan kimia sianida dan merkuri yang dipakai oleh penambang selama merauk tambang emas gunung botak merupakan harga mati untuk dimusnakan.

Apalagi kedua bahan kimia tersebut sudah merusak alam, serta biodata laut.

Ketegasan orang nomor satu di Maluku ini, mengingat masyarakat adat Buru akan mengambil ahli kembali tambang emas tersebut.

“Silahkan kalau mau mengambil gunung botak, tapi sianida dan merkuri harga mati dan tidak boleh digunakan,” ujar Gubernur kepada wartawan usai melantik Hamin Bin Tahir sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, di lantai 7 kantor Gubernur, Senin (18/1/2016).

Menurutnya, tambang rakyat gunung botak tidak ditutup, namun apa yang dilaksanakan selama ini untuk menggunakan sianida dan merkuri agar tidak lagi digunakan, agar tidak ada masyarakat yang meninggal akibat kedua bahan kimia berbahaya tersebut.

“Saya mempunyai tanggungjawab untuk masyarakat Maluku, tidak boleh ada yang mati, karena hal tersebut merupakan dosa,” ucapnya.

Orang nomor satu di Maluku itu juga meminta kepada seluruh masyarakat, jika mempunyai bukti terjadi pelanggaran, silahkan memproses ke pengadilan.

“Saya tidak takut selama yang saya buat untuk kemaslahatan dan kesejahataran masyarakat,” ungkapnya.
Gunung Botak 8534970868366192983

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang