Ribuan Penambang Emas Gunung Botak Tinggalkan Namlea | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Ribuan Penambang Emas Gunung Botak Tinggalkan Namlea

BERITA MALUKU. Sebanyak seribu lebih penambang yang beroperasi di kawasan tambang ilegal Gunung Botak, Pulau Buru, Maluku, meninggalkan Namlea, menggunakan KM. Gunung Sinabung, Selasa malam (17/11/2015).

"Ribuan penambang bersama keluarganya yang berangkat dengan KM. Gunung Sinabung tersebut berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan instansi teknis terkait," kata Mansur salah seorang petugas KPLP Pelabuhan Namlea.

Para penambang yang menggunakan KM. Sinabung rata-rata berasal dari provinsi Maluku Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara dan Gorontalo.

Sebelumnya lebih dari 500-an penambang telah meninggalkan Kota Namlea menggunakan feri menuju Kota Ambon dalam dua hari terakhir.

Saat ini sudah ada ratusan personil aparat gabungan dikerahkan di pos-pos pengamanan di sekitar kawasan pertambangan emas ilegal Gunung Botak, Pulau Buru, Maluku, terdiri dari TNI dan Polri masing-masing 250 personil, Satuan polisi pamong praja (Satpol PP) 20 orang dan 20 orang lainnya merupakan anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Ratusan personil ditempatkan pada 10 pos pengamanan yang telah dibangun pada jalur masuk menuju kawasan pertambangan Gunung Botak.

Para personil tersebut akan bertugas melakukan pengamanan di kawasan pertambangan Gunung Botak selama enam bulan, di mana seluruh biaya operasionalnya ditangani pemerintah provinsi Maluku dan kabupaten Buru.

Pemerintah Provinsi Maluku melalui koordinasi dengan TNI/Polri serta dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pemerintah Kabupaten Buru, mengambil langkah tegas mengosongkan areal tambang ilegal Gunung Botak dari ribuan penambang karena berdampak negatif, terutama masalah sosial di masyarakat.

Penutupan areal tambang yang beroperasi sejak tahun 2011 tersebut juga untuk menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Pulau Buru untuk melakukan panen pada Mei 2015.

Sejak dibuka, sering terjadi kasus bentrokan antarpara penambang, maupun penambang dengan warga adat hingga menimbulkan korban jiwa, di samping disinyalir ribuan orang meninggal karena tertimbun tanah yang longsor.

Selain itu, aktivitas penambangan ilegal tersebut juga telah berdampak menimbulkan kerusakan lingkungan akibat penggunaan merkuri dan sianida sebagai pengikat emas, sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan berbagai kasus penyakit seperti yang terjadi di Teluk Buyat dan Minamata di Jepang.

Gunung Botak 4729922256419324302

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang