Pedagang Pasar Lama Ambon Tolak Relokasi | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Pedagang Pasar Lama Ambon Tolak Relokasi

BERITA MALUKU. Pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Nusaniwe, Kota Ambon, Kamis (19/11/2015) melakukan aksi unjuk rasa untuk menolak relokasi ke Pasar Gotong royong.

Aksi unjuk rasa dilakukan para puluhan pedagang dan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon di Balai Kota Ambon untuk menolak relokasi.

Para pedagang meminta Pemerintah Kota Ambon untuk tidak menggusur lokasi pasar lama untuk dijadikan pelabuhan peti kemas PT Pelindo IV Ambon.

Para pendemo dalam orasinya menyatakan kawasan Pasar Nusaniwe merupakan aset pemerintah yang berada di pusat kota dan harus dipertahankan bukan untuk digusur untuk dijadikan pelabuhan peti kemas PT Pelindo IV Ambon.

"Kami menolak keras untuk digusur karena pasar lama merupakan pasar sejarah yang telah berdiri ratusan tahun sebelum PT Pelindo dibangun. Pasar lama telah mempersatukan orang Maluku, dan berdiri puluhan tahun," katanya.

Perwakilan pedagang dan mahasiswa diterima Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy bersama sejumlah pejabat Pemkot Ambon.

Ketua Koordinator Perkumpulan Pedagang Pasar Lama (KPPPL), Junaidin Lakambose menyatakan langkah Pemkot Ambon tidak sejalan dengan upaya Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan 5.000 pasar tradisional dengan konsep modern di Indonesia.

"Jika presiden berupaya mengembangkan pasar tradisional kenapa kami harus digusur, mata pencaharian kami hanya berjualan jika digusur bagaimana kelanjutan masa depan anak-anak kami," ujarnya.

KPPPL, lanjutnya, telah menyurati Presiden Joko Widodo agar para pedagang tidak dipindahkan dari lokasi pasar lama.

Proses relokasi ke pasar Gotong royong tidak memadai karena berdekatan dengan kawasan pasar Modern yakni pertokoan Ambon Plaza, dan dipastikan masyarakat cenderung untuk berbelanja ke pasar modern tersebut.

"Luas bangunan kios dan los juga sangat sempit dibandingkan di pasar lama karena hanya 1,5 meter, sedangkan di pasar lama luasnya mencapai 3x4 meter persegi, serta pintu masuk ke lokasi tersebut hanya satu sehingga pedagang dan pembeli sulit beraktifitas," katanya.

Wali Kota Richard menyatakan, kebijakan pemerintah terkait pembangunan pasar bukan untuk mempersulit tetapi meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota.

"Kawasan pasar lama bermanfaat saat dahulu, tetapi seiring perkembangan jaman pembangunan pasar menuju ke arah tradisional modern, yakni mengalami rehabilitasi guna menampung pedagang yang jumlahnya terus bertambah," katanya.

Ia mengakui, pasar di Ambon dibangun 30 tahun lalu dan tidak bisa lagi menampung para pedagang sehingga pihaknya berupaya membangun untuk kepentingan 50 tahun kedepan.

Pihaknya bukan menggusur para pedagang tetapi memberikan solusi relokasi ke lokasi pasar Gotong Royong yang dianggap lebih strategis guna meningkatkan kesejahteraan.

"Pasar lama selama ini tidak memberikan manfaat bagi peningkatan PAD karena setiap tahun hanya menghasilkan Rp40 juta, selain itu sejak tahun 2013 kami juga tidak menarik retribusi pasar," tandasnya Richard akan membangun pelabuhan peti kemas menggunakan APBD Kota Ambon dan akan disewa kelola kepada PT Pelindo.

"Kami tidak memberikan lahan tersebut kepada PT Pelindo tetapi melakukan sewa kelola yang pada waktunya akan memberikan nilai tambah bagi kota guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Masukan para pedagang akan menjadi bahan pertimbangan Pemkot," ujarnya.
Ambon 8878653885011045882

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang