"Lemyaal" Maluku Goyang Panggung Lomba Musik Etnik Pesparawi XI | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

"Lemyaal" Maluku Goyang Panggung Lomba Musik Etnik Pesparawi XI

BERITA MALUKU. Lagu "Lemyaal"  peserta dengan nomor undian 20 dari Provinsi Maluku, disajikan melalui musik dan tari pada kategori Musik Etnik lomba festival Pesparawi Nasional XI, telah berhasil menggoyang panggung gedung 1 Taman Budaya, Karang Panjang, Ambon, Kamis (8/10/2015).

Lomba di hari terakhir atau hari keempat penyelenggaraan festival tersebut mendapat sambutan dan antusias meriah para penonton yang menyaksikan lagu dan tarian asal masyarakat kepulauan Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya itu.

Dengan penari kurang lebih 40 orang, lagu "Lemyaal" ciptaan Peter Salenussa dan Novan Salamena yang juga bertindak sebagai arangger dengan dirigen, Ronald Istia itu juga mengakhiri sesi kedua yang diikuti sebanyak 29 peserta.

"Lemyaal" adalah sapaan Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang bermakna sejajar dengan kata "Syaloom" yang biasa digunakan orang Kristen umumnya.


Dengan mengucapkan "Lemyaal" maka siapa saja yang mendengarkan secara tidak langsung telah terikat dalam doa dan harapan memperoleh damai sejahtera dari Tuhan.

Secara garis besar teks lagu menggambarkan ajakan untuk rukun dan damai sebagai persekutuan keluarga, hidup saling mengasihi satu dengan yang lain hanya dapat terwujud jika firman Tuhan menjadi sandarannya.

Oleh sebab itu dengan berlandaskan kasih sebagai wujud iman kepada Tuhan maka persaudaraan menjadi hal yang berharga bagaikan perhiasan yang mahal dan harus terus dijaga dengan baik.

Lagu ini terinspirasi dari nyanyian adat Kepulauan Babar, Maluku Barat Daya (MBD) tepatnya di wilayah Babar Timur, desa Letwurung.

Sama seperti masyarakat Babar pada umumnya, masyarakat Letwurung juga menggunakan nyanyian sebagai sarana komunikasi baik interpersonal maupun komunal.

Rata-rata nyanyian setempat menekankan hubungan persaudaraan yang selalu dikaitkan dengan kehidupan sebagai orang beriman kepada Tuhan.

Hubungan persaudaraan yang rukun dan damai, dimaknai sebagai anugerah Tuhan yang harus diwarisi turun temurun. Oleh sebab itu kekeluargaan dan persaudaraan yang sejati harus berlandaskan firman Tuhan.

Bila dinyanyikan secara berkelompok, maka cara membawakan nyanyian adat Babar biasanya dengan jalan dialogis, responsonis atau antivonis.

Filosofis dari nyanyian tersebut adalah dinamika kehidupan bagaikan berlayar di atas lautan yang kadang tenang namun terkadang juga bergelombang.

Namun segala kehidupan itu hanya dapat dilalui dengan tetap berpegang teguh diatas firman Tuhan.

Jadi selain nasehat terkandung juga doa dan harapan agar Tuhan tetap terlibat dalam setiap upaya membangun hidup persekutuan yang indah.

Musik Etnik ini diikuti sebanyak 29 peserta yang dibagi dalam 3 sesi masing-masing, sesi pertama berlangsung pukul 08.30 - 12.30 WIT antara lain; nomor undian 1. Papua, 2. Sulawesi Utara, 3. Kalimantan Selatan, 4. Jambi, 5. Kalimantan TImur, 6. Jawa Timur, 7. NTT, 8. Jawa Tengah, 9. Yogyakarta, 10. Maluku Utara.

Sesi kedua pada pukul 14.00 - 18.00 WIT: 11. Jawa Barat, 12. Bengkulu, 13. Gorontalo, 14. Jakarta, 15. Sumatera Utara, 17. Kepulauan Riau, 18. Sulawesi Barat, 19. Sulawesi Tenggara, 20. Maluku.

Dan sesi ketiga pada 19.30 WIT - Sampai selesai; 21. Lampung, 22. Sumatera Selatan, 23. Banten, 24. NTB, 25. Kalimantan Barat, 26. Kalimantan Utara, 27. Sulawesi Selatan, 28. Papua Barat, 29. Sulawesi Tengah. (Wage)

Pesparawi 9005768843124726109

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang