Belasan Warga Ambon Menderita Penyakit Filariasis | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Belasan Warga Ambon Menderita Penyakit Filariasis

BERITA MALUKU. Sedikitnya 11 warga Kota Ambon menderita penyakit kaki gajah atau "filariasis", sebagaimana data pemerintah daerah setempat.

"Sesuai data sebanyak 11 warga menderita penyakit kaki gajah atau mengalami pembengkakan pada kaki atau tangannya dan khusus untuk laki-laki pembengkakan di buah pelir," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Treesje Tory, Kamis (8/10/2015).

Menurut dia, 11 penderita tersebut tampak pada pembengkakan kaki, sedangkan kasus lain belum diketahui karena harus dilakukan pemeriksaan darah.

Filariasis adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing filaria yang ditularkan melalui nyamuk. Ciri-ciri awal terjadi benjolan di ketiak dan kelir yang berulang-ulang seperti bisul disusul demam.

"Seorang penderita filariasis yang mengalami pembengkakan pada kaki atau tangannya atau perempuan yang mengalami pembesaran di payudara, sedangkan laki-laki dibuah pelirnya menandakan penyakit itu sudah kronis," katanya.

Pihaknya telah mencanangkan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) sebagai upaya mewujudkan Indonesia bebas penyakit ini pada 2019.

"Secara nasional pemerintah pusat menetapkan 1 Oktober 2015 sebagai Bulan Eliminasi Kaki Gajah di seluruh Indonesia. Pencanangan Belkaga ditandai dengan program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) kepada PNS di Lingkup kota Ambon dan dilanjutkan kepada warga kota usia dua hingga 70 tahun," ujarnya.

Diakuinya pengobatan dan pencegahan filariasis telah dilakukan sejak tahun 2008 hingga 2013. Dibutuhkan lima tahun berturut-turut agar dapat menghilangkan penyakit yang disebabkan karena cacing dari tubuh manusia.

Obat filariasis diberikan untuk pencegahan dan pengobatan sehingga orang sehat juga harus minum obat itu untuk mencegah penyakit kaki gajah bersarang di tubuhnya. Obat itu dimunum sekali dalam setahun, berturut-turut selama lima tahun," katanya.

Obat filariasis yang dibagikan kepada masyarakat berfungsi untuk membunuh segala jenis cacing dari dalam tubuh. Obat tersebut yakni Dietil Carbamazepine (DEC), Albendazol dan Paracetamol yang bisa diperoleh secara gratis di semua puskesmas.

"Masyarakat diharapkan datang ke puskesmas terdekat agar diberi obat. Pemberian obat akan dilakukan melalui pemeriksaan lengkap. Untuk pencegahan, akan diberikan kepada yang sehat," tandasnya.

Pemerintah manargetkan 80 persen masyarakat sehat dapat mengonsumsi obat, sedangkan pengobatan yang dilakukan bagi pasien kronis hanya bisa menghilangkan cacing-cacing dari dalam tubuh, tidak dapat mengembalikan keadaan tubuhnya seperti semula.

Tingkat kerusakan atau pembengkakan tubuh tidak tergantung pada berapa lama cacing bersarang di tubuh, melainkan berapa banyak yang masuk ke tubuh penderita.

"Pembengkakan itu terjadi bukan karena lamanya seseorang menderita filariasis, melainkan berapa banyak cacing yang ada dalam tubuhnya. Jika jumlah cacingnya banyak, maka kerusakan tubuh atau pembengkakan semakin cepat," kata Treesje. (Ant/bm 01)
Kesehatan 3725549307489985772

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang