Bappeda Maluku Alokasikan Miliaran Rupiah Bangun Rumah Pengungsi | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Bappeda Maluku Alokasikan Miliaran Rupiah Bangun Rumah Pengungsi

BERITA MALUKU. Bappeda Maluku telah mengalokasikan anggaran Rp1,2 miliar dalam APBD Perubahan 2015 untuk membangun ratusan rumah pengungsi korban bencana alam bendungan Waiela, Kecamatan Leihitu (Pulau Ambon) Kabupaten Maluku Tengah.

"Satu unit rumah warga senilai Rp3 juta dan dikalkulasikan dengan 413 rumah pengungsi yang harus dibangun sehingga totalnya mencapai Rp1,2 miliar," kata Kepala Bappeda setempat, Anthonius Sihaloho di Ambon, Jumat (16/10/2015).

Namun menyangkut tipe dan ukuran rumah warga yang akan dibangun tidak diingat secara pasti.

Menurut Anthonius, proses pembangunan rumah pengungsi Negeri Lima yang menjadi korban hancurnya bendungan alam Waiela ini juga akan dikoordinasikan dengan koordinator di Kabupaten Maluku Tengah.

"Tipe rumah pengungsi tidak hafal dan menyangkut pembangunan nantinya dikoordinasikan dengan pihak Kabupaten Maluku Tengah, apakah akan ditangani pihak ke tiga atau secara swakelola, artinya dibangun sendiri oleh warga," ujarnya.

Pengalokasian anggaran pembangunan rumah pengungsi oleh Bappeda ini sudah sesuai harapan komisi D DPRD Maluku agar dana tersebut bisa dimasukkan dalam APBD Perubahan 2015 atau APBD murni 2016.

Ketua Komisi D DPRD setempat, Suhfi Madjid mengatakan pihaknya telah melakukan rapat membahas rekonstruksi dan rehabilitasi bencana Waiela dan di situ ada tanggung jawab pemprov yang belum diselesaikan.

Salah satunya adalah kewajiban untuk menyelesaikan kesepakatan yang menjadi kewenangan pemprov untuk rehabilitasi rumah yang bila diakumulasi secara total dari lima institusi ketika penetapan keputusan pada tahun 2013 itu adalah Rp59 juta per setiap kepala keluarga.

Sayangnya, kata Suhfi Madjid, hingga saat ini kewajiban Pemprov Maluku sama sekali belum diselesaikan.

"Dalam rapat kami, Kesepakatan pemprov itu telah ditetapkan bersama dan kita minta Bappeda Maluku bisa mengakomodasinya dalam APBD murni tahun 2016," ujarnya.

Koordinator pengungsi Negeri Lima, Jus Uluputty mengatakan warga mengeluhkan janji pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp59 juta per kepala keluarga sejak tahun lalu hingga saat ini tidak pernah diterima.

"Yang baru diterima hanya Rp25 juta, itu pun merupakan dana bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional," katanya.

Padahal, saat kunjungan mantan Menkokesra saat itu bersama Karateker Gubernur Maluku dan Bupati Maluku Tengah ke lokasi bencana, telah dijanjikan kepada 522 KK korban jebolnya bendungan alami Waiela akan mendapatkan bantuan dana. (Ant/bm 01)
Ekonomi 562011918756581537

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang