Musim Kemarau di Malut Belum Pengaruhi Produksi Pertanian | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Musim Kemarau di Malut Belum Pengaruhi Produksi Pertanian

Ilustrasi
BERITA MALUKU. Dinas Pertanian (Distan) Maluku Utara (Malut) sejauh ini belum melihat pengaruh musim kemarau yang siginifikan terhadap produksi pertanian di daerah ini, khususnya produksi padi sawah.

"Musim kemarau memang telah terjadi pula di wilayah Malut. Akan tetapi, sesuai pemantauan Distan Malut belum memengaruhi produksi pertanian di Malut, padi sawah misalnya, tidak ada yang mengalami gagal panen akibat kekeringan seperti yang terjadi di daerah lain," kata Kepala Distan Malut Musdalifa Ilyas di Ternate, Rabu (29/7/2015).

Khusus di Halmahera Timur, yang selama ini merupakan sentra produksi pangan Malut, khususnya padi dan sayuran, petani setempat tetap melakukan aktivitas bertani seperti biasa dan sama sekali tidak merasakan dampak musim kemarau, khususnya dari segi ketersediaan air.

Oleh karena itu, kata Musdalifa Ilyas, Distan Malut optimistis produksi pertanian di Malut pada tahun ini tetap akan meningkat, walaupun ada musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih lama karena adanya fenomena gelombang panas elnino.

Produksi padi sawah, misalnya, yang pada tahun 2014 tercatat lebih dari 76.000 ton, pada tahun ini diprediksi naik menjadi 79.000 ton. Sebagian besar, dihasilkan di Kabupaten Halmahera Timur, seperti di wilayah Wasilei dan Subaim.

Walaupun produksi pertanian di Malut, khususnya padi tahun ini meningkat, menurut Musdalifa, belum menjamin harga beras di daerah ini tidak akan naik. Pasalnya, untuk memenuhi konsumsi beras masyarakat setempat, belum bisa mengandalkan produksi lokal atau masih mendatangkan tambahan dari luar Malut.

Kalau produksi beras di daerah yang selama ini memasok beras di Malut, seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, menurun akibat adanya kekeringan di daerah tersebut yang berujung pada harga beras setempat naik. Hal ini akan berimbas kenaikan harga komoditas tersebut di Malut.

"Kami mengimbau masyarakat di Malut untuk tidak hanya mengandalkan beras sebagai kebutuhan konsumsi pangan sehari-hari, tetapi juga menggunakan pangan lokal, seperti singkong, sagu, dan ubi jalar, agar bisa mengurangi ketergantungan pada beras. Dengan demikian, walaupun harga beras nanti naik, tidak akan membebani masyarakat," katanya. (ant/bm 01)
Malut 2887828528672238219

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang