Pengukuhan Tokoh Adat Jawa di Waeapo Buru Dianggap Perlu | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Pengukuhan Tokoh Adat Jawa di Waeapo Buru Dianggap Perlu

BERITA MALUKU. Bertahun-tahun hidup dan berperan membantu pembangunan daerah di bidang pertanian membuat masyarakat transmigrasi asal pulau Jawa di Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru semakin membaur dengan masyarakat adat pribumi yang ada di sekitarnya.

Walaupun sebenarnya berbeda secara adat istiadat, niat tulus dan suci dalam pembangunan masyarakat maupun pembangunan di berbagai bidang yang dimiliki warga keturunan Jawa di dearah itu sangat kental, sampai-sampai mereka hampir melupakan jati diri mereka sebagai masyarakat asli keturunan Jawa.

Demikian disampiakan Sukardi, Camat Waeapo kepada Berita Maluku di ruang kerjanya, Kamis (25/6) menanggapi keberadaan dan peran masyarakat keturunan Jawa di Kabupaten Buru.

Sebagai salah satu Tokoh Masyarakat Jawa di daerah itu, Sukardi menjelaskan, semenjak kehadiran masyarakat asli Jawa di Pulau Buru tahun 1979 dengan status transmigrasi, telah terjadi interaksi dan perpaduan adat istiadat antara masyarakat asli pribumi dan transmigran dari Jawa dan kedua kultur budaya itu tumbuh dan berkembang berdampingan hingga saat ini.

Bahkan karena kentalnya adat istiadat dan budaya dua kultur tersebut, saat ini dibutuhkan sebuah wadah yang lebih mempererat hubungan kedua kultur budaya dalam menunjang program pembangunan daerah ke depan.

“Selama ini walaupun kami hidup sudah bertahun tahun di pulau Buru, namun sejujurnya adat istiadat Jawa yang kami bawa dalam jati diri kami perlu diperkuat lagi demi membangun sinergitas hubungan kultur budaya dengan masyarakat pribumi di Buru. Selama ini kami hidup berdampingan bersama walau berbeda kultur budaya. Bahkan kami sudah merasa sebagai orang Buru dan hampir melupakan kultur budaya asli jawa,” tutur Sukardi.

Untuk itu, sebagai tokoh masyarakat, dirinya bersama para tokoh adat lainnya akan melakukan pengukuhan tokoh tokoh adat asli Jawa. Hal ini bertujuan untuk lebih meningkatkan kesadaran adat istiadat Jawa pada generasi sekarang serta melalui wadah ini juga akan lebih mempererat hubungan lintas kultur budaya dengan masyarakat pribumi Pulau Buru.

“Kami berencana untuk melakukan pengukuhan tokoh tokoh adat Jawa dalam sebuah wadah. Tujuannya untuk lebih mengingatkan dan menumbuh kembangkan budaya dan kultur asli Jawa di kalangan generasi saat ini, dan yang terpenting, melalui wadah ini akan terjalin hubungan silaturahmi yang erat dengan kultur adat istiadat asli Pulau Buru demi mensukseskan program pembangunan pemerintah ke depan,” ujar pria yang pernah menerima Satya Lencana Presiden ini. (AB/e)
Daerah 3564548565643810357

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang