Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Ilwaki Wetar Tidak Memuaskan | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Ilwaki Wetar Tidak Memuaskan

BERITA MALUKU. Puskesmas Ilwaki merupakan salah satu puskesmas dari delapan puskesmas perbatasan di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), setiap tahunya mengelola anggaran BOK (Biaya Oprasional Kesehatan) sebesar Rp 300 juta, juga mengelola dana lainnya seperti Jamimanan Persalinan (Jampersal), harusnya menjadi motivasi kepada Kepala Puskesmas untuk meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara baik. 

Sayangnya, hal itu bertolak belakang dengan apa yang terjadi. Banyak dana yang dikelola malah tidak meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melainkan sebaliknya. 

Masyarakat yang merindukan pelayanan kesehatan sewajarnya harus gigit jari lantaran sejumlah dana yang dikelola puskesmas tak jelas peruntukannya dan terkesan digunakan untuk kepentingan pribadi Kepala Puskesmas. 

Hal ini dilaporkan sejumlah warga Ilwaki kepada Berita Maluku, Sabtu (27/6/2015) terkait pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas Ilwaki. 

Menurut mereka, akibat dari pelayanan kesehatan yang kurang memadai di Puskesmas Ilwaki, masyarakat akhirnya memilih sering mencari pelayanan kesehatan yang lebih baik di negara tetangga – Timor Leste yang berdekatan dengan pulau perbatasan Indonesia – Timor Leste itu, sehingga menimbulkan preseden buruk bagi negara tetangga terkait sistim pelayanan kesehatan di negara ini.

Kepala Puskesmas Ilwaki, Paulus Agustinus yang dikonfirmasi menampik tudingan warga tersebut. Menurutnya, selama ini pelayanan kesehatan yang dilakukan Puskesmas Ilwaki berjalan lancar dan tidak ada masalah.

“Selama ini kami selalu memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat dan itu berjalan lancar tanpa ada masalah. Setiap bulan kami turun ke desa desa untuk memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat.Jadi tidak benar kalau kami tidak memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat,” bantah Paulus.

Pelayanan kesehatan gratis ini, lanjut Paulus, dilakukan sesuai program untuk menjadikan Puskesmas Ilwaki sebagai Puskesmas “Idaman” (Indah, Damai dan Nyaman).

“Setiap kali saya melakukan supervisi di tiap tiap Pustu itu selalu saya tekankan untuk program Puskesmas Idaman ini harus terus dilaksanakan bukan hanya sebatas program saja. Karena untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat itu kita harus mampu memberikan rasa Damai, Aman dan Nyaman,” tandasnya.

Ditanya soal masyarakat Wetar yang sering melakukan perawatan kesehatan ke negara tetangga Timor Leste, Paulus mengatakan, di Pulau Wetar ada dua Puskesmas, di antaranya Puskesmas Ilwaki dan Puskesmas Ustutun.

Sesuai laporan ada sejumlah masyarakat yang sering mencari pelayanan kesehatan di Atawuru (Timor Leste), mereka adalah masyarakat dari Pulau Lirang.

“Saya menerima laporan kalau ada sejumlah masyarakat yang sering melakukan perawatan kesehatan di Atawuru Timor Leste, ternyata mereka ini adalah warga yang masih memiliki ikatan keluarga dengan masyarakat di Atawuru, jadi sering kali mereka mengunjungi keluarga sekaligus melakukan pemeriksaan di sana,” jelasnya.

Untuk mencegah hal itu terus berlanjut, Paulus sudah seringkali mengingatkan Kepala Puskesmas Lirang agar lebih meningkatkan pelayanan kesehatan di sana, hal ini supaya mencegah keinginan masyarakat Wetar mencari pelayanan kesehatan di Timor Leste, dan sudah ada tenaga medis tambahan yang di kirim ke Puskesmas Lirang. 

“Jika ada pasien yang harus dirujuk, maka dirujuk ke Kupang saja, karena waktu tempuh cuma satu malam,” ujarnya. (g/e)
Kesehatan 5143296211541209876

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang