Gubernur Maluku Kesal, Tidak Dapat Laporan Bupati Soal Kasus GB | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Gubernur Maluku Kesal, Tidak Dapat Laporan Bupati Soal Kasus GB

Ambon - Berita Maluku. Gubernur Maluku Said Assagaff merasa kesal karena tidak mendapatkan laporan dari Bupati Buru Ramly Umasugi terkait kasus bentrokan antarwarga adat dengan sejumlah penambang emas rakyat di kawasan Gunung Botak, Desa Wamsaid, Kamis (4/6) yang mengakibat satu orang meninggal.

"Saya tidak pernah mendapat laporan dari Bupati Ramly Umasugi terkait kasus bentrokan antarwarga dengan penambang di kawasan Gunung Botak. Seharusnya masalah ini dilaporkan sehingga bisa dilakukan langkah-langkah penanganan," ujar Gubernur Said, saat dikonfirmasi di Ambon, Selasa (9/6/2015).

Gubernur mengakui sudah tiga kali menyurati Bupati untuk segera menutup tambang Gunung Botak, karena banyak menimbulkan masalah, terutama bentrok antarwarga dengan penambang, maupun antarsesama penambang.

Seharusnya, menurut Said, Bupati sesegera melaporkan kepada dirinya jika terjadi masalah di lokasi penambangan emas rakyat tersebut, sehingga bisa dikoordinasikan dan diupayakan penyelesaiannya.

"Kalau ada masalah segera laporan kepada saya apalagi sampai menimbulkan korban jiwa, sehingga kami akan berusaha mengatasi bersama masalah itu. Tapi tidak ada laporan apa-apa dari Bupati," ujarnya.

Gubernur juga menandaskan, dirinya telah berkoordinasi dengan Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Wiyarto dan Kapolda setempat, Brigjen Pol Murad Ismael, terkait instruksi Presiden Joko Widodo untuk menutup lokasi penambangan emas di kawasan tersebut, saat berkunjung ke Ambon, 7 Mei 2015.

Presiden Jokowi saat berada lokasi penanaman perdana padi dan jagung di Pulau Buru setelah mendengar laporan Gubernur Said, langsung menginstruksikan Pangdam dan Kapolda menutup aktivitas penambangan emas ilegal tersebut karena lingkungan terancam tercemar merkuri maupun sianida tanpa terkendali.

"Instruksi Presiden harus dilaksanakan Pangdam dan Kapolda secara tegas mengingat aktivitas penambangan emas liar itu sering menimbulkan pertikaian sehingga merengut nyawa, korbannya luka berat/ringan dan rumah rusak atau terbakar," ujarnya.

Said juga mengaku sudah berulang kali memerintahkan penutupan kawasan pertambangan emas ilegal tersebut, termasuk saat masih menjadi Wagub Maluku periode 2008 - 2013.

"Tidak ada kompromi lagi. Tambangnya yang sudah digarap secara ilegal selama tiga tahun terakhir ini harus ditutup, apalagi sudah diinstruksikan langsung oleh Kepala Negara, sehingga tidak menimbulkan berbagai dampak negatif dikemudian hari, terutama kerusakan lingkungan," katanya.

Bentrokan antarwarga adat Kabupaten Buru dengan sejumlah penambang emas di Desa Wamsaid jalur C, mengakibatkan satu orang meninggal dunia akibat ditusuk benda tajam serta satu pos pengamanan milik polisi dan satu kios dibakar massa.

Perkelahian antarwarga ini terjadi Rabu, (3/6) malam sekitar pukul 21.00 WIT pada salah satu tempat hiburan (karaoke) di jalur C Desa Wamsaid, tetapi tidak diketahui pasti penyebabnya karena miras atau masalah lain.

Insiden perkelahian pada tempat hiburan ini diduga kuat menjadi pemicu timbulnya perkelahian antarawarga adat dengan para penambang asal Gorontalo. (Ant/bm 01)
Indeks 7790812145912908910
Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang