Kasus Pembunuhan Leuwol, Keluarga Korban Kecewa Dengan Sikap Polisi | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Kasus Pembunuhan Leuwol, Keluarga Korban Kecewa Dengan Sikap Polisi

Ambon - Berita Maluku. Keluarga almarhumah Natalia Leuwol yang diduga korban pembunuhan Buce Batmamolin mengaku sangat kecewa dengan sikap penyidik Polres Ambon yang tidak mengajukan surat permohonan rekaman data percakapan dan pesan singkat di PT. Telkomsel.

"Saya baru melakukan pengecekan ke Kantor Telkomsel Ambon dan ternyata tidak ada surat masuk dari Polres terkait permohonan print out rekaman data percakapan antara terdakwa dengan korban maupun dengan kami selaku keluarga," kata ayah kandung almarhumah, Yance Leuwol di Ambon, Kamis (28/5/2015).

Padahal sejak proses penyidikan di kepolisian dan kejakaan, keluarga korban sudah berulang kali meminta penyidik Reskrim Polres mengajukan surat permohonan tersebut.

Bahkan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Ambon, majelis hakim yang diketuai Lilik Nuraeni dibantu R.A Didik Ismiatun dan Alex Pasaribu selaku hakim anggota sudah sejak awal meminta bukti rekaman data dimaksud.

Menurut Yance, dirinya mempertanyakan kinerja aparat Polres Ambon yang entah lamban atau ada unsur kesengajaan untuk menghambat kasus ini dengan tidak meminta rekaman percakapan maupun pesan singkat dari terdakwa dan korban.

"Apalagi rekaman data tersebut juga memuat ancaman terhadap kami selaku keluarga korban," katanya usai persidangan lanjutan di pengadilan dengan agenda pemeriksaan saksi meringankan yang diajukan penasihat hukum terdakwa, Fistos Noya.

Dalam persidangan itu, PH mengajukan dua saksi meringankan namun satu saksi ditolak JPU Mian Saliama dan Berthy Tanate sebab yang bersangkutan selama ini hadir di ruang persidangan.

Ketika ayah korban sedang memberikan keterangan kepada wartawan, ada suara sumbang dari dalam mobil tahanan jaksa yang memancing emosi Yance sehingga dia mengejar mobil tersebut dan melemparinya dengan sebuah helm.

Keluarga korban juga menyayangkan sikap dua anggota polisi bersenjata lengkap di dalam mobil yang ikut mengawal tahanan tidak melerai, tetapi sengaja membiarkan kondisi seperti itu terjadi.

Kericuhan ini terus berlanjut ketika keluarga terdakwa bersama penasihat hukum hendak meninggalkan kantor PN Ambon dan berpapasan dengan keluarga korban, namun beruntung aparat Polsek Sirimau yang berdekatan dengan kantor pengadilan langsung melakukan pengamanan. (ant/bm 10)
Indeks 177692908941166190
Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang