Empat Hari Dicari, Delapan Korban Speedboat Tenggelam di Perairan Pulau Dai Belum Ditemukan | Berita Maluku Online | Berita Terkini Dari Maluku Berita Maluku Online
Loading...

Empat Hari Dicari, Delapan Korban Speedboat Tenggelam di Perairan Pulau Dai Belum Ditemukan


AMBON - BERITA MALUKU.
Memasuki hari keempat operasi pencarian, delapan korban hilang akibat tenggelamnya speedboat di sekitar Perairan Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), belum juga ditemukan. Tim SAR Gabungan yang terus menyisir sejumlah wilayah perairan di sekitar Pulau Babar hingga Pulau Tepa masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan para korban.


Operasi pencarian hari keempat dilakukan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Pos SAR Saumlaki dan Direktorat Polairud Polda Maluku menggunakan Kapal Patroli KP XVI-2006. Tim bertolak dari Desa Namtabung, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar menuju Pulau Tepa dengan jarak tempuh sekitar 89 mil laut.


Setelah menempuh perjalanan tersebut, sekitar pukul 13.33 WIT, Comm Centre Basarnas Ambon menerima laporan bahwa Tim SAR Gabungan telah tiba di perairan timur Pulau Babar dan langsung melaksanakan pencarian korban.

Penyisiran dilakukan hingga wilayah utara Pulau Babar dengan melewati sejumlah titik, di antaranya Desa Jatoke, Litoboen, dan Desa Watrupun. Namun hingga sore hari, pencarian belum membuahkan hasil.


Sekitar pukul 15.01 WIT, Tim SAR Gabungan yang dipimpin Koordinator Pos SAR Saumlaki tiba di Pelabuhan Babar untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur SAR setempat terkait pelaksanaan operasi pencarian hari kelima.


Selanjutnya pada pukul 17.00 WIT, tim tiba dan bermalam di Desa Tepa. Berdasarkan hasil evaluasi operasi hari keempat, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan korban yang masih dinyatakan hilang.


Diketahui, speedboat yang membawa 10 penumpang tersebut berangkat dari Desa Sinairusi menuju Pulau Tepa pada 11 Juni 2026. Dalam perjalanan, kapal dilaporkan tenggelam akibat cuaca buruk yang melanda perairan sekitar Pulau Dai.


Dari total penumpang, dua orang berhasil selamat yakni Yakop Anamofa (22) dan Ignasius Matrunkoly (42). Sementara delapan penumpang lainnya hingga kini masih dalam pencarian.


Masing-masing korban yang belum ditemukan yakni Anton Menahem (40), Asael Daniel (72), Yomima Waliana (36), Regina Unwakolu (33), Enderfina Siaran (62), Wulan Kelmury (35), Yoksan Unawekla (9), dan Marcelo Unawekla (4).


Operasi SAR melibatkan berbagai unsur potensi SAR, antara lain Kantor SAR Ambon, Pos SAR Saumlaki, Ditpolairud Polda Maluku, BPBD Kabupaten Maluku Barat Daya, Koramil Tepa, Polsek Tepa, Camat Babar Barat, Syahbandar Tepa, Dinas Kesehatan Tepa, Pemerintah Desa Sinairusi, tokoh agama, hingga masyarakat setempat.


Basarnas Ambon menyatakan cuaca buruk masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan operasi pencarian. Meski demikian, upaya pencarian akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel di lapangan.


Berdasarkan laporan terakhir, cuaca di lokasi pencarian terpantau cerah. Namun angin bertiup dari arah tenggara hingga timur dengan kecepatan mencapai 32 knot dan tinggi gelombang sekitar 2,5 meter.


Operasi pencarian selanjutnya akan kembali dilanjutkan pada hari kelima dengan harapan delapan korban yang masih hilang dapat segera ditemukan.


Peristiwa 8993196841173340792
Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# ANEKA

Indeks