Asis: Tambang Emas Gunung Botak Harus Dibuka Kembali | Berita Maluku Online | Berita Terkini Dari Maluku Berita Maluku Online
Loading...

Asis: Tambang Emas Gunung Botak Harus Dibuka Kembali


AMBON - BERITA MALUKU.
Anggota DPRD Maluku, Azis Hentihu mendukung untuk dibukanya kembali tambang emas Gunung Botak, di Kabupaten Buru.


"Perlu saya ingatkan karena waktu berjalan dan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia, maka secepatnya tambang gunung Botak dibuka untuk dikelola," ujar Hentihu kepada awak media di kantor DPRD Maluku, Selasa (29/09).


Diakuinya, tambang emas gunung Botak memiliki potensi alam yang sangat kaya.


Terbukti saat dirinya menjabat Wakil Ketua DPRD Buru, saat memimpin pansus ESDM ke lokasi tambang, tanah yang diangkat dan ditimbun di lokasi stock file mencapai 7 juta kubik.


"Dari data, jelasnya 1 kubik mengandung 20-30 PPM, kalau kemudian kita pakai asumsi minimal yang ngga masuk akal, satu kubik mengandung 3 PPM maka dikalikan 7 juta, dikalikan logam mulia yang saat ini 1 juta, maka diatas lokasi stockfile gunung botak mengandung Rp21 Triliun belum potensi yang lain," tuturnya.


Melihat potensi yang ada, maka kata Hentihu tambang tersebut perlu dibuka kembali tentu menggunakan konsep zonasi, mengingat cakupan wilayah yang luas.


"Misalnya di gunung botak cukup luas, ada zonasi untuk kelola oleh investasi oleh pihak swasta, dan zonasi dikhususkan bagi tata kelola tambang rakyat misalnya koperasi, yang melibatkan entitas lokal disana," ucapnya.


Saat ini, jelasnya tantangan yang asa saat ini berkaitan mekanisme, mengingat sejak Juni 2020, undang-undang nomor 3 tahun 2020, yang melegitimasi kewenangan yang sebelumnya di provinsi dipindahkan ke pusat, tetapi oleh Dinas ESDM sementara dikaji. 


Olehnya itu, pihaknya akan mengadakan rapat dengan instansi terkait membahas soal skema tata kelola tambang emas gunung botak.


"Sayang sekali kalau duit segitu banyak, ada hak-hak pemilik lahan, ada hak-hak kita sebagai anak bumi bupolo, ada hak-hak Maluku, dan tentu disesuaikan dengan kewenangan bagi hasil," ungkapnya. 


"Ini penting, bisa menghimpun tenaga kerja, menaikan pendapatan daerah, kemudian banyak hal termasuk daya beli," sambungnya. 


Dirinya juga akan mendiskusikan hal ini bersama Gubernur, Murad Ismail supaya ada skema pasti. 


"Kalau bisa dalam waktu dekat dibuka. Kasihan ditengah Covid-19 banyak masyarakat yang susah," tandasnya.

Dewan 5437140609604961032
Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks