Gubernur Ancam Usir Sejumlah Pejabat Dari Maluku | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Gubernur Ancam Usir Sejumlah Pejabat Dari Maluku

AMBON - BERITA MALUKU. Tidak main-main, Gubernur Maluku, Murad Ismail mengancam akan mengusir sejumlah pejabat dari Maluku.

Ancaman ini disampaikan Gubernur, pada apel perdana bersama seluruh ASN lingkup pemprov Maluku, yang berlangsung di lapangan Merdeka, Ambon, Senin (6/01/2020).

Menindaklanjuti pertemuan dengan Kepala Balai Jalan, Kepala Balai Sungai, Plh Seketaris Daerah Maluku, Kepala Dinas Perhubungan, Ismail Usemahu, dan Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman, Muhammad Marasabessy beberapa waktu lalu. 

"Kemarin saya kumpulkan semua Kepala Balai, Mat Marasabessy, Sekda, Kadis PU Ismail (saat ini menjabat Kadis Perhubungan). Saya berbicara soal mereka. Sebelum saya masuk dan dilantik, itu kepala balai proyek apa saja pasti dibawa kontraktornya, begitu saya panggil kemarin, saya bilang ada proyek yang dikerjakan sama orang luar, kalian lima-limanya akan saya usir dari Maluku," tegas Gubernur. 

Mantan Dankor Brimob Polri ini, menegaskan, tidak ada alasan apapun untuk hal ini. Apalagi ia tidak pernah memintah proyek apapun. 

"Tidak ada alasan untuk saya dan saya tidak akan pernah meminta proyek dari kalian. Di kantor Gubernur saja saya tidak pernah apalagi kalian," tandasnya.

"Kalau kita tidak punya mainset macam-macam terhadap mereka, mencari keuntungan melalui mereka, maka mereka seenaknya saja, kalau tidak bisa membantu Maluku kita usir saja dari Maluku," sambungnya.

Menindaklanjutinya, Murad juga membicarakan hal ini dengan Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, terkait kinerja balai yang seenaknya membawa kontraktor dari luar untuk mengerjakan proyek di Maluku.

"Balai ini biasanya dia mau bawa kontraktor dari luar, ada pekerjaan yang ditumpuk banyak-banyak sehingga kontraktor kita disini tidak bisa melakukan pengerjaan diatas Rp30 miliar. Untuk itu, satu saja dia bawa dari luar, saya usir kepala balai yang membidangi kerja itu. Saya sudah siap untuk itu, saya minta kitapun melaksanakan hal yang sama," pungkasnya.

Tak hanya itu, kepada pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ia mengingatkan agar proyek-proyek yang akan berjalan kedepannya tidak melibatkan OPD maupun Kepala-Kepala Bidang. Tetapi hanya orang tertentu saja yang dilibatkan.

"Terutama untuk ketua-ketua OPD, saya minta seorang pimpinan OPD apabila melaksanakan proyek-proyek yang akan berjalan tidak melibatkan OPDnya, tidak melibatkan kabid-kabidnya. Tapi ada beberapa orang tertentu saja yang dilibatkan, ini saya jelaskan dan saya tegaskan," pesannya.

Ini kata Murad karena akan ada pergeseran-pergeseran atau rotasi yang sewaktu-waktu bakal dilakukannya.

"Yang seperti ini pasti ada pergeseran-pergeseran tetap saya akan melakukan itu setiap saat dan setiap enam bulan sekali saya akan evaluasi kepemimpinan OPD," ungkapnya.

Maka dari itu, dirinyameminta kepada seluruh jajarannya agar bisa beradaptasi dan menyesuaikan diri.

"Begitu juga dengan jajaran-jaran di OPD, jika tidak adaptasi , tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya maka akan saya tinggalkan. Saya lebih suka pimpin anggota tidak usah banayk-banyak begini, lebih baik kita pimpin pasukan yang cuma beberapa puluh orang tapi semua profesional daripada saya pimpin banyak orang kebanyakan tidur dan tidak bekerja," tandasnya.
Pemprov 7396435794508103354
Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang