Gubernur: Tahun 2020 Menjadi Titik Awal Pembangunan Maluku | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Gubernur: Tahun 2020 Menjadi Titik Awal Pembangunan Maluku

AMBON - BERITA MALUKU. Gubernur Maluku, Murad Ismail mengungkapkan, tahun 2020 menjadi titik awal pembangunan Maluku, dalam mewujudkan visi dan misi Gubernur - Wakil Gubernur Maluku periode 2019-2024.

"Tahun 2020 harus menjadi titik awal atau starting point bagi pembangunan Maluku kedepan. Karena pada tahun ini saya bersama wakil Gubernur dapat mengimplmentasikan kebijakan, program dan kegiatan sesuai visi dan misi kami secara utuh," ujar Gubernur saat memimpin apel perdana bersama ASN lingkup pemerintah provinsi Maluku, yang berlangsung di lapangan Merdeka, Ambon, Senin (6/1/2020).

Dikatakan, berdasarkan hasil evaluasi kinerja pemerintah tahun 2019, sudah menunjukan progres yang cukup baik, namun belum memperlihatkan perkembangan yang cukup signifikan, seperti masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran, belum optimalnya pelayanan dasar di bidang pendidikan maupun dari indikator pertumbuhan ekonomi, yang belum tumbuh secara progresif.

Untuk itu, dirinya sudah mengambil langkah cepat dengan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan beberapa Menteri Indonesia Maju, terkait hal-hal tersebut. 

"Saya telah mengambil langkah cepat, melakukan koordinasi dan mengkomunikasi dengan beberapa kementerian dalam kabinet Indonesia Maju, hasilnya pada tahapan kebijakan, semua menteri mengatakan akan memberikan dukungan sepenuhnya bagi percepatan pembangunan di Maluku lima tahun kedepan," ujarnya. 

Oleh sebab itu, dirinya instruksikan kepada semua pimpinan OPD untuk dapat menindaklanjuti dan merealisasikan kebijakan yang dibangun dengan pemerintah pusat secara konkrit.

"Saya sudah berlari sangat kencang untuk mengejar ketertinggalan Maluku dan saya minta sudara-saudara  harus bisa mengimbangi langkah-langkah percepatan yang telah dan akan saya lakukan. Jika saudara-saudara tidak dapat mengikuti langkah saya maka konsekuensinya saudara-saudaera akan ditinggalkan," ucapnya. 

Penegasan ini, menurutnya bukan hanya berlaku untuk pimpinan OPD, tetapi seluruh ASN.

"Bagi pegawai biasa, yang tidak bisa mengikuti arus tidak bisa adaptasi dengan lingkungan dan menyesuaikan diri, saya akan tinggalkan juga," cetusnya.

"Dari 4 ribu sekian pegawai yang ada, lebih baik saya memimpin 1000 orang, tapi semua profesional dan integritas itu lebih baik, dari pada saya memimpin semuanya kebanyakan tidur dan tidak bekerja," sambungnya. 

Olehnya itu, dirinya meminta seluruh pimpinan OPD dan seluruh ASN untuk membangun bekerjasama yang dalam melaksanakan program dan kegiatan sesuai visi dan misi untuk lima tahun kedepan.

"Mari kita sama-sama bekerjasama yang baik, berat sama dipikul ringan sama dijinjing," pungkasnya.
Pemprov 3418007740009279012
Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang