DPRD Maluku Harap Maskapai Penerbangan Turunkan Harga Tiket | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

DPRD Maluku Harap Maskapai Penerbangan Turunkan Harga Tiket

AMBON - BERITA MALUKU. DPRD Provinsi Maluku berharap, maskapai penerbangan domestik bisa menurunkan harga tiket pesawat dari dan ke Kota Ambon, agar warga yang ingin merayakan Hari Raya Idul Fitri ke kampung halamannya, bisa terlaksana. Pasalnya, akibat kenaikan harga tiket pesawat, warga memilih untuk tidak pulang ke kampungnya.

Keluhan masyarakat dan pelaku industri agen perjalanan, terkait tingginya harga tiket pesawat akhirnya direspons pemerintah.

Meski sempat bungkam, Kementerian Perhubungan akhirnya menurunkan Tarif Batas Atas (TBA) tiket pesawat antara 12 sampai 16 persen.

Penurunan TBA tiket pesawat diyakini dapat menurunkan harga tiket pesawat dari sebelumnya. Pasalnya, penyebab tingginya harga tiket pesawat selama ini karena pihak maskapai menerapkan harga tiket yang mendekati TBA. Namun sayangnya, hanya daerah-daerah di belahan Pulau Jawa saja yang bisa merasakan penurunan tersebut.

“Harga tiket Jakarta-Ambon saat ini sudah tidak wajar lagi. Bayangkan saja, untuk ke Jakarta dari Kota Ambon saja harga tiket pesawat mencapai Rp3,5 juta. Sementara untuk Jakarta–Singapura hanya Rp 600-Rp 700 ribu. Inikan sangat miris saya lihat. Kalau harga tiket pesawat masih saja seperti itu, maka masyarakat yang ingin mudik ke kampung halamannya untuk merayakan lebaran akan mengalami kesulitan," kata Sekretaris Komisi C DPRD Provinsi Maluku, Robby Gasperzs saat dihubungi
via seluler, Kamis (16/5).

Menurut Gasperzs, Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) harus tegas menindak maskapai penerbangan yang enggan menurunkan harga tiket.

Masih menurut Gaspersz, wajar jika para pemudik lebih memilih untuk menggunakan angkutan laut, karena biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar, kendati harus menempuh perjalanan yang cukup memakan waktu.

“Ya, kalau pejabat yang ingin pergi untuk melaksanakan perjalanan dinas, saya rasa tidak masalah, karena ada anggaran perjalanan yang ditanggung oleh daerah. Tetapi kasihannya, warga yang akan mudik lebaran. Kita berharap kenaikan harga yang tidak wajar ini ditinjau ulang oleh maskapai penerbangan,” tegas Gasperzs.

Kebijakan harga tersebut, lanjut Gasperzs, tidak hanya menghambat pertumbuhan sektor pariwisata di Maluku, tetapi juga membebani masyarakat pengguna jasa penerbangan. Maspakai penerbangan seolah mengabaikan kondisi masyarakat yang sebagian besar kemampuan keuangannya jauh dari kata berlebihan.

“Boleh saja mereka (maskapai penerbangan) mencari untung, namun jangan sampai memberikan dampak negatif bagi pihak lain. Kalau terus seperti ini dampak negatifnya menghambat sektor pariwisata di Ambon dan Maluku. Apalagi Ambon akan menuju sebagai kota musik dunia,” paparnya.
Dewan 7450358711679993063
Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang