Tiang Listrik PLN Rusak di Waesama Bursel Diganti Tiang Kayu dan Bambu | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Tiang Listrik PLN Rusak di Waesama Bursel Diganti Tiang Kayu dan Bambu

BERITA MALUKU. Sejumlah tiang listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang terbentang menghubungkan sejumlah desa di wilayah Kabupaten Buru Selatan (Bursel) saat ini berada dalam kondisi rusak parah karena termakan usia. Hal ini cukup membahayakan masyarakat setempat, seperti yang terlihat di beberapa titik di Kecamatan Waesama, Kabupaten Bursel. Anehnya, sejumlah tiang listrik yang rusak ini diganti dengan tiang kayu dan bambu untuk mengganti tiang listrik yang biasa dipakai oleh pihak PLN.

Informasi dari salah satu petugas PLN Waesama menyampaikan bahwa, tiang-tiang listrik tersebut memang sudah tak layak lagi untuk dipergunakan dan ada yang patah dan keropos akibat termakan usia, sehingga pihaknya mengganti sejumlah tiang dengan menggunakan tiang kayu dan bambu.

“Tiang-tiang listrik itu sangat tak layak lagi dipergunakan, sebab sudah berkarat, ada yang sudah patah dan diganti dengan tiang bambu dan pohon kelapa,” sebut petugas PLN Waesama yang enggan mempublikasikan namanya kepada wartawan di Namrole, Kamis (2/10/2017).

Dikatakan, untuk tiang listrik yang sudah patah dan diganti itu merupakan alternatif terakhir yang dipergunakan mereka sebab tak ada lagi tiang listrik yang baru karena kehabisan cadangan tiang listrik.

“Sebagian besar tiang yang patah dan rusak itu berada di Desa Waetawa, Desa Simi dan Desa Waeteba. Tiang yang patah tak bisa pakai lagi sebab tak ada tiang cadangan, tak ada stok lagi. Jadi, alternatif yang digunakan pakai bambu sekitar 6 meter untuk ganti tiang yang sudah patah itu,” ungkapnya.

Dikatakan, untuk Desa Waeteba khususnya yang berada di kawasan tepi pantai, itu kondisi tiang listrik terlihat sangat karatan, dan terancam roboh.

Menurut petugas PLN ini, tak menutup kemungkinan jika ada pohon yang roboh dan menimpa tiang-tiang tersebut, maka dipastikan semua tiang milik perusahaan listrik negara itu akan tumbang.

Sementara itu, Alwi, salah satu tokoh pemuda Desa Waeteba kepada wartawan mengatakan, kondisi tiang listrik seperti itu cukup mengancam keselamatan masyarakat desa setempat.

Dikatakan bahwa dirinya telah menyampaikan laporan keberadaan tiang-tiang listrik tersebut kepada pihak PLN Waesama untuk diteruskan ke pihak PLN Rayon Namlea, namun hal ini terkesan ditanggapi dingin oleh pihak tersebut hingga sekarang ini.

Alwi mengaku khawatir keselamatan jiwa masyarakat bila kondisi tiang listrik ini dibiarkan seperti itu. Apalagi, tiang yang digunakan adalah dari kayu atau bambu yang cepat membusuk.

“Sebagai warga desa sangat khawatir dengan kondisi tiang listrik dari kayu. Yang kami takutkan suatu saat tiang-tiang tersebut bisa roboh dan menimpa warga. Kalau sampai hal itu terjadi siapa yang bertanggungjawab,” tanya lelaki Alwi.

Dia berharap adanya perhatian serius dari pihak PLN Waesama maupun PLN Namlea bahkan PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara agar dapat menyikapi hal tersebut.

“Kami minta perhatian PLN Waesama dan PLN Namlea, jangan tunggu sampai ada korban dulu baru mau bergerak, coba diperhatikan tiang-tiang yang sudah rusak itu dan segera ganti, karena nyawa kami taruhannya,” pintanya. (Le)
Daerah 5011449653486055210

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# DPRD MALUKU TENGAH

Indeks

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang