Ketum DPP HIPMI Buka–Bukaan, Mengapa Orang Maluku Susah Maju | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Ketum DPP HIPMI Buka–Bukaan, Mengapa Orang Maluku Susah Maju

BERITA MALUKU. “Kalau ditanyakan Orang Maluku pandai atau tidak? maka Saya ingin mengatakan bahwa, di Indonesia yang melakukan interaksi pertama dengan pihak Luar Negeri adalah Orang Maluku,” ungkap ketua Umum DPP HIPMI, Bahlil Lahadalia saat menyampaikan ceramah pada kegiatan  “Pelatihan Kewirausahan, Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PWM” yang berlangsung di Aula SMK Muhamadiyah Ambon, akhir pekan kemarin.

Menurut Lahadalia, orang yang pertama kali menemukan Republik ini adalah, Christoper Columbus bangsa Portugis dalam rangka mencari buah pala sebagai bahan fermentasi, dan tempat yang dikunjunginya adalah Pulau Banda (Maluku)  bukan di Pulau Jawa, Kalimantan maupun di Sumatera, tetapi di Maluku.

Tetapi menurut Lahadalia, persoalan yang menyebabkan mengapa sampai Orang Maluku sulit jadiorang hebat di Bangsa ini adalah karena satu kelakuan Kita yang jelek yakni, tidak bisa melihat saudarannya maju, Kita pake teori panjat pinang, satu naik satu cemburu sehinga bukannya disupport tetapi  langsung dikasih jatuh,” serunya prihatin.

Karena persoalan inilah, maka Pria yang masa kecilnya pernah berjualan kue ini mengungkapkan, Orang Maluku yang lebih banyak meraih kesuksesan, lebih banyak yang berproses di tanah kelahirannya (Maluku), lahir dan memiliki Marga Maluku tetapi kemudian Hijrah dan berproses di daerah lain.

“Jadi mereka pakai cara Rassulah, dimana ketika Rassulah menyebarkan ajaran Agama Islam di Mekah berikutnya, Beliau hijrah ke Medinah, begitulah sejarah Orang Maluku yang ada diperantauan, sehingga rata-rata Orang Maluku yang hebat-hebat itu dari perantauan.

Pria yang pernah melakoni pekerjaan sebagai supir angkot ini mencontohkan, figur Michael Wattimena, Anak Maluku yang menjadi anggota komisi V DPR-RI, dari dawerah pemilihan Papua Barat, figure yang sosok dikenal dengan nama Bung Michael Wattimena (BMW) ini sukses meraih kursi di Senayan selama dua periode pemilihan, yakni 2009-2014 dan 2014-2019.

“Selain dia ada juga Abang-Abang yang lain yang juga sukses setelah berproses di luar Maluku, mungkin kalau Saya berproses disini, mungkin tinggal nama saja, kalau Saya dulu sekolah disini mungkin nasib saya tidak seperti ini,” urainya.

Dalam sesi story yang dibawakannya, Lahadalia juga membeberkan, bahwa saat kuliah di Papua, dirinya juga tidak mencicipi kuliah di Perguruan Tinggi  besar, seperti di Universitas Cendrawasih, tetapi malah berkampus di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE).

“Dari jenjang Sekolah Dasar, Saya sekolah di SD Inpres, selanjutnya SMP YPKP, dan SMA Yapis yang semuanya dianggap sekolah buangan. Tetapi menurut  Saya yang menjamin kualitas seseorang, bukan sekolahnya tetapi dirinya sendiri, pelajaran teori disini dan teori di SMA Unggulan di Jakarta sama saja,” Ungkapnya orang nomor satu di HIPMI ini membandingkan. (Nik)
Aneka 3624410240349918190

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# DPRD MALUKU TENGAH

Indeks

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang