Menteri Yohana Yembise Kunjungi Sekretariat PATBM Desa Batu Merah Ambon | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Menteri Yohana Yembise Kunjungi Sekretariat PATBM Desa Batu Merah Ambon

BERITA MALUKU. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Yohana Yembise mengunjungi Sekretariat Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, Rabu (24/5/2017).

Kunjungan tersebut merupakan rangkaian dari kunjungan kerja Menteri Yohana di Kota Ambon, Piru (Kabupaten Seram Bagian Barat), dan desa Teon, Nila dan Serua (Kabupaten Maluku Tengah) pada 24 - 27 Mei 2017.

Pada kesempatan itu, Menteri Yohana atau akrab disapa dengan Mama Yo menyempatkan diri untuk berdialog singkat dengan anak-anak dari desa setempat yang hadir dalam pertemuan tersebut.

"Di sekitar sini ada tidak orang dewasa yang pukul anak-anak?" tanya Menteri Yohana kepada anak-anak desa Batumerah yang serta merta dijawab tidak ada.

Ia kemudian bertanya lagi, apakah ada anak-anak yang dipukul oleh orang tuanya.

"Tidak ada, berarti desa ini sudah ramah anak dan perempuan. Biasanya anak-anak jujur kalau ditanya. Semoga ini terus berlanjut tidak ada lagi kekerasan terhadap anak-anak di Batumerah," ucapnya.

Menteri Yohana mengatakan PATBM adalah salah satu program dari Kementerian PP dan PA yang digagas pada 2016, sebagai proyek percontohan guna menurunkan tingginya angka kekerasan terhadap anak.

Di Maluku, program tersebut telah dijalankan di empat kawasan di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah. Untuk Kota Ambon, PATBM dilaksanakan di desa Batumerah, dan desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe.

"Program ini diadopsi dari Norwegia. Masyarakat di sana menyelesaikan masalah-masalah dalam keluarga, masalah perempuan dan anak melalui PATBM. Tahun 2015, kami berkesempatan untuk mengunjungi dan melihat secara langsung di Norwegia," katanya.

Berdasarkan hasil kajian proyek percontohan PATBM di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, penerapan sistem perlindungan berbasis masyarakat tersebut telah berhasil secara drastis menurunkan tingkat kekerasan terhadap anak.

"Yang kami pelajari di Lembang, mereka sudah terapkan itu cukup lama, ratusan angka kekerasan terhadap anak akhirnya turun menjadi dua atau tiga kekerasan yang terjadi, sangat bermanfaat," ucapnya.

Dikatakannya lagi, saat berkunjung ke PATBM Makassar, ia melihat warga di sana juga mengembangkan program shelter atau rumah perlindungan bagi anak korban kekerasan, khususnya perempuan.

Warga di sana tidak membangun shelter permanen, melainkan memanfaatkan rumah mereka sebagai tempat untuk perlindungan dan menjauhkan korban dari pelaku kekerasan.

"Apabila anak perempuan menjadi korban untuk menjauhkan anak-anak ini dari pelaku kejahatan itu, mereka sembunyikan korban-korban ini di rumah-rumah warga, saya pikir itu kalau dipakai juga akan sangat bagus untuk menyelesaikan masalah di daerah ini," katanya.
Headline 4941267729947532502

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Indeks

# DPRD MALUKU TENGAH

Indeks

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang