Perairan Maluku Jadi Lokasi Ekspedisi Oseanografi | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Perairan Maluku Jadi Lokasi Ekspedisi Oseanografi

BERITA MALUKU. Perairan Maluku menjadi lokasi ekspedisi oseanografi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) telah tiba di Kota Ambon dan melakukan penelitian d laut dalam.

Turut dalam ekspedisi oseanografi tersebut, berbagai instansi dengan variasi bidang keahlian yang meliputi peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan yang berasal dari Balai Penelitian dan Observasi Laut serta Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir, peneliti LIPI, peneliti UNDIP, peneliti ITB, serta awak media cetak dan elektronik lokal maupun nasional.

Peneliti yang bertugas sebagai Chief Scientist, Dr. Bambang Sukresno dalam ekspedisi trip pertama tersebut menyampaikan bahwa ekspedisi dimaksud telah berhasil melakukan pengukuran lapangan (in situ) pada 18 titik atau stasiun pengamatan laut dan air laut dalam.

18 titik yang menjadi target penelitian tersebut yakni laut Flores, laut Banda serta beberapa titik lainnya di dekat pulau Ambon dan belum bisa disimpulkan mengenai hasil penelitian tersebut karena ekspedisi berikutnya masih akan dilaksanakan kedepannya.

“Kesimpulan penelitian dari 18 titik ini memang belum ada. Namun sementara kami telah memiliki hipotesa bahwa laut Banda itu dipengaruhi oleh musim, Erlindo dan La Nina dari samudera Pasifik," terangnya.

Akibat dari adanya fenomena ini maka sumber daya perikanan maupun kelautan akan terpengaruh.

Setelah melakukan analisis dan kesimpulan, diberikan warning bahwa pada musim tertentu akan ada kondisi dimana sumberdaya ikan akan berkurang ataupun akan habis sama sekali.

"Kondisi inilah yang harusnya diantisipasi oleh pemerintah supaya masyarakat tetap bisa bertahan hidup," ujar Bambang.

Disampaikan pula bahwa ekspedisi oseanografi trip kedua dengan tema Indeso Join Expedition Program (IJEP) akan dilaksanakan mulai dari tanggal 6 September dari Ambon dan akan berakhir pada pelabuhan Bitung 15 September nanti.

Pada ekspedisi trip kedua ini akan dilakukan pengamatan laut pada 19 titik stasiun pengamatan yang akan melalui Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 714, 715, dan 716 dan akan melihat secara langsung akan kondisi lingkungan laut serta aktivitasnya yang meliputi pengukuran parameter fisik, kimia, dan biologi, pengamatan respond an pengaruh kondisi perubahan iklim (La Nina) terhadap aktivitas perikanan tangkap, analisis fenomena laut dan memprediksi kondisi laut kedepan, illegal fishing melalui validasi terhadap jenis dan keberadaan kapal yang menggunakan data radar, AIS dan validasi lapangan dengan ECDIS, serta identifikasi keberadaan rompon di perairan timur Indonesia.

Sesuai agenda yang telah dijadwalkan, akan dilakukan ekspedisi trip ketiga yang bertemakan The Transport, Internal Wave and Mixing in The Indonesia Through Flow Region and It’s Inpact on Marine Ecosystem (TIMIT) yang melalui selat Makasar dan selat Lombok.

Trip ketiga tersebut dijadwalkan pada tanggal 20 September hingga 1 Oktober mendatang dari pelabuhan Bitung menuju pelabuhan di Jakarta.

Diharapkan bahwa dalam serangkaian pelaksanaan Ekspedisi Oseanografi Indonesia Timur tersebut pada akhirnya dapat menjawab berbagai isu penting dalam dunia kelautan dan perikanan yang diantaranya meliputi illegal fishing, perubahan iklim, pemodelan dinamika laut yang berhubungan dengan stok ikan, serta sebaran rompon dalam perairan laut kawasan timur Indonesia.
Kelautan 134504292900097374

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang