Forkopimda Bersama Tim Kemenkopolhukam Kembali Bahas Gunung Botak | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Forkopimda Bersama Tim Kemenkopolhukam Kembali Bahas Gunung Botak

Gubernur: Sudah 200 Ribu Meter Kubik Sedimen Diangkat

BERITA MALUKU. Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dihadiri Gubernur Maluku Said Assagaff, Kapolda Maluku Brigjen Pol. Ilham Salahudin, Pangdam XVI Pattimura, Mayjen TNI Donny Munardo, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Yan Samuel Marinka, dan Ketua DPRD Maluku, Edwin Huwae, Selasa (1/3/2016) kembali menggelar rapat evaluasi bersama Tim dari Kementrian Koordinator bidang Politik dan Hukum dan Keamanan (Kemenpolhukam).

Dalam rapat ini juga turut hadir Bupati Buru Ramli Umasugi, Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Yakobis Putilehalat, dan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Maluku, Martha Nanlohy.

Gubernur Maluku Said Assagaff dalam keterangan pers mengatakan, rapat yang dilaksanakan dalam rangka memperjelas aktivitas pembersihan sedimen merkuri dan sianida yang terus dilakukan oleh PT. Buana Pratama Sejaterah (BPS) dan PT Cita Cipta Persada (CCP). Dimana PT. BPS melakukan pengangkatan sedimen di areal pertambangan, dan PT CCP melakukan normalisasi sungai yang juga merupakan bagian dari pengangkatan sendimen di aliran sungai tersebut.

“Sampai saat ini baru sekitar 200.000 meter kubik sedimen dan sampai saat ini masih terdapat sendimen yang diangkat oleh kedua perusahaan tersebut,” ujarnya.

Dikatakan, dalam rapat tersebut telah diputuskan adanya pembagian yang jelas untuk pengangkatan sendimen. Mengingat sampai saat ini pengangkatan sendimen dilakukan secara bersama-sama.

Untuk itu, pihaknya sudah sepekat untuk memisahakan, agar keduanya memiliki stok file tersendiri dan hal tersebut sudah disetujui oleh kedua perusahaan, sehingga kedepan tidak ada masalah antara kedua perusahaan tersebut.

“Sampai saat ini keadaan di gunung botak aman, dan secara keseluruhan Maluku kedepan harus aman,” ucapnya.

Ditambahkan, kedepan pihaknya juga akan melakukan penilitian di Iha dan Luhu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang memiliki batu Sinabar.

Untuk itu dirinya memerintahkan Bupati SBB untuk mencegah hal ini, dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dalam rangka membentuk koperasi agar pengelolaan tambang tersebut bisa dilakukan secara baik tanpa merusak lingkungan sekitarnya.

Ditempat yang sama, Bupati SBB kepada wartawan mengatakan, pihaknya sudah mengintruksikan untuk aktifitas tambang tersebut ditutup sejak Desember 2014 lalu, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Maluku.

“Kedepan kita akan juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat di kedua desa tersebut, dan kepada penambang pendatang kita akan tertibkan dan dikeluarkan dari wilayah kami,” pungkas Bob sapaan bupati yang sudah menjabat dua periode itu.
Headline 5026149014601046323

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang