Empat Warga di Maluku Meninggal Akibat DBD | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Empat Warga di Maluku Meninggal Akibat DBD

BERITA MALUKU. Sebanyak empat warga tewas akibat terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti pada tiga kabupaten di Provinsi Maluku pada awal tahun ini.

"Sampai hari ini, memang ada beberapa kasus DBD yang muncul di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara, serta Kota Tual," kata Kadis Kesehatan Maluku, dr. Mielke Pontoh, di Ambon, Rabu (10/2/2016).

Bahkan, ada beberapa pasien yang sempat dirujuk ke RSUD dr. M. Haulussy Ambon. Kasus serupa juga pernah terjadi tahun 2015 dengan lima orang yang meninggal dunia karena terlambat dirujuk ke rumah sakit.

Menurut Mielke, sebenarnya ada tujuh sampai sembilan provinsi di Indonesia yang sudah ditetapkan Kementerian Kesehatan sebagai wilayah berstatus kejadian luar biasa (KLB) DBD, tetapi untuk Maluku tidak termasuk yang diidentifikasi.

"Di Ambon sampai saat ini ada tiga daerah yang ditemukan kasus DBD, sedangkan Kota Ambon hanya menerima pasien rujukan MTB ke di RSUD Haulusy, sementara pasien di Kota Tual dirujuk ke RSUD Karel Sasuitubun Langgur untuk menjalani perawatan," ujarnya.

Orang yang terserang DBD tidak serta-merta langsung mengalami gejala penurunan kesadaran, tetapi diawali dengan suhu tubuh yang begitu panas disertai demam, sehingga terkadang orang tua menyangka hanya demam biasa dan tidak segera dibawa ke rumah sakit.

Selain itu, posisi rumah yang jauh atau terpencil dengan rumah sakit atau puskesmas juga menjadi salah satu faktor penghambat pasien DBD mendapatkan perawatan medis yang cepat.

"Kendalanya ketika gejala DBD tidak serta-merta langsung disertai penurunan kesadaran tetapi hanya dengan demam dan keluarga menganggapnya hal biasa, ketika sampai ke RSU sudah dalam kondisi shock," jelas Mielke Pontoh.

Dia menyarankan langkah awal untuk mencegah DBD adalah upaya pencegahan jangan sampai timbul genangan air yang dapat menyebabkan nyamuk berkembang biak.

"Jadi bukan upaya penyembuhan dan pengobatan yang diutamakan, tetapi upaya pencegahan jangan sampai timbul DBD seperti menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, mengubur tempat yang bisa jadi wadah berkembang nyamuk," katanya.

Sementara aksi pengasapan (fogging) tidak menuntaskan dan hanya membunuh nyamuk dewasa, namun jentiknya tidak mati sehingga perlu ditindaklanjuti dengan proses abatesasi.

Bila abatesasi ini hanya dilakukan di dalam rumah, sementara di pekarangan tidak dilakukan penyebaran bubuk abate pada botol atau ban bekas maka nyamuk tetap akan berkembang biak dengan mudah.
Kesehatan 8009553654069411553

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang