Mendikbud Buka Festival Pendidikan Maluku | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Mendikbud Buka Festival Pendidikan Maluku

BERITA MALUKU. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan membuka secara resmi festival pendidikan Maluku dengan tema “Pendidkan sebagai gerakan untuk mewujudkan Maluku yang cerdas”, yang berlangsung di taman budaya, Jumat (29/1/2016).

Mentri dalam sambutannya, mengatakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan saat ini lebih focus ingin menjangkau daerah yang sulit atau daerah perbatasan. Namun hal ini terkendala dengan tidak adanya keterbukaan dari daerah-daerah. Hanya satu daerah yang ingin membuka pintu untuk mengabdikan diri.

“Sejauh apapun kita menuju tempat yang sulit, sejauh-jauhnya ia masih tetap di Indonesia,” tukasnya.  

Menurut Baswedan, akses pendidikan di tahun ini masih berada dalam kerangka wajib belajar 9 tahun, dan 2030 Indonesia sudah berkomitmen bersama Negara lain dalam menyukseskan wajib belajar 9 tahun. Untuk itu, diharapkan Maluku dapat menyukseskan wajib belajar Sembilan tahun di maksud, dalam mewujudkan Maluku yang cerdas.

Dikatakan, untuk perbaikan tata kelola perlu adanya keterlibatan publik. Hal ini sejalan dengan tema festival pendidikan Maluku “Pendidikan sebagai gerakan untuk mewujuskan Maluku cerdas”, sebagai gerakan untuk mewujudkan Maluku cerdas.

Pendidikan kata Baswedan, dipandang sebagai sebuah gerakan, maka kepemilikan atas masalah tidak hanya dilakukan oleh pemerintah dan dinas tetapi menjadi tanggungjawab semua orang. Artinya pemerintah memberikan tempat bagi semua orang untuk beraptisipasi.

Ditambahkan, Maluku memiliki tantangan pendidikan, karena itu diperlukan semangat gontong royong. Mengingat masa depan yang sangat dibutuhkan adalah kemampuan untuk melakukan gotong royong.
“Jadi kegatan ini merupakan bentuk gotong royong,” ucapnya. 

Dirinya berharap festival pendidikan di Maluku bisa menjadi contoh untuk festival lain di seluruh Indonesia. Dan Maluku bisa menjadi teladan, seperti beberapa program yang telah dilakukan dan menjadi akar rumput dari daerah yang dikenal dengan pulau-pualu raja-raja ini, yakni PAUD berbasis kemaritiman, dan saat ini festival pendidikan Maluku.

“Bukan hanya Matahari terbit dari timur, tetapi inspirasi pendidikan juga bisa datang dari timur,” ungkapnya.

Diakhir sambutannya, Baswedan mengharapkan kegiatan ini dapat membekas nyata di mata anak-anak kita dan menjadi masa depan Maluku. Kegiatan ini bukan hanya dilakukan sekali, tetapi menjadi kegiatan rutin dan akan jauh lebih baik. Dan menjadi kesempatan untuk menujukan kreasi dan memberi apresiasi bagi mereka yang merasakan terobosan tersebut.

Gubernur Maluku Said Assagaff dalam sambutannya, mengatakan festival pendidikan Maluku sangat penting dan startegis. Hal ini sejalan dengan apa yang dilakukan saat ini, yakni melakukan percepatan peningkattan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program unggulan membuat rotmen pendidikan Maluku, afirmasi untuk guru S1 di Maluku, pemberian S3 sebanyak 80 orang serta website pendidikan.

Jelasnya, pentingnya percepatan SDM, mengingat SDM di Maluku masih cukup rendah, jika dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. Salah satu indicator berdasarkan Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015 yang masih menempatkan Maluku pada peringkat terbawah dari 34 provinsi di Indonesia.

Tak hanya itu, dari 32 ribu lebih Guru di Maluku, hanya 12.435 Guru yang baru dikatakan professional.

“Guru merupakan salah satu komponen pendidikan yang mempunyai pengaruh dalam proses pembelajaran dalam peningkatan SDM. Untuk itu program yang kita galakan adalah bagian staregi kita dalam percepatan kualitas SDM di Maluku,”tuturnya.  

Lanjutnya, permasalahan pendidikan di Maluku juga datang dari beberapa hal, diantaranya permasalahan fundamental anggaran pembangunan tidak seimbang, tidak meratanya penyebaran guru sebab guru lebih memilih untuk ditempat di Ibukota Kabupaten. Belum lagi akses kesehatan dan informasi.

Persoalan aksebilitas dan konektifitas, prasarana pendidikan guru, terbatasnya laboratorium dan lain sebagainya juga mempengaruhi SDM pendidikan di Maluku,

Melalui tema pendidikan sebagai gerakan untuk mewujudkan Maluku cerdas, dirinya mengajak seluruh insan pendidikan dapat bersinergi dalam memajukan pendidikan di daerah. Sebab pendidikan adalah salah satu instrument budaya yang sangat efektif bagi peradaban suatu bangsa terutama menghadapai kompetensi global seperti pasar bebas.

“Jika SDM kita tidak memadai pasti kita tidak akan terhitung, kita hanya menjadi gerobolan tidak mempunyai nilai tawar, percaya diri, kehidupan yang tak jelas dan masa depan tidak jelas, olehnya itu, diperlukan SDM yang berkualitas dan professional dalam berdaya saing dengan daerah lain, bahkan secara luas Negara-negara besar lainnya.

Walikota Ambon dalam sambutan selam datangnya, mengatakan Kota Ambon adalah sebuah kota yang unik, karena satu-satunya kota yang disebut Manise di Indonesia hanya kota Ambon.

“Denpasar boleh dikenal dengan kota destinasi wisata, bandung kota van java, namuan satunya manise hanya kota Ambon,”ujarnya. 

Orang nomor satu di kota Ambon berharap dengan kunjungan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan akan mempercepat gerakan Maluku cerdas bagi Indonesia.

Kepala DInas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku, M Saleh Thio dalam laporannya, mengatakan festival pendidikan Maluku ini terintegrasi dengan kegiatan seminar nasional yang mengekspresikan sebuah keinginan yang kuat pendidikan di Maluku untuk menghadirkan pendidikan sebagai eksosistem pembelajaran menuju peningkatan kauliatas dan mutu pendidikan secara komprehensif yang merata di seluruh pelosok Maluku.

“Kegiatan fesvital pendidikan Maluku merupakan kegiatan kerjasama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan yayasan leka-leka yang betujuan membangun partisipasi stakeholder pendidikan dalam mewujudkan Maluku yang cerdas,” ucapnya.
Pendidikan 5483420552632256193

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang