Bantuan Alat Tangkap Ikan di MBD Tidak Sesuai Harapan | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Bantuan Alat Tangkap Ikan di MBD Tidak Sesuai Harapan

BERITA MALUKU. Merasa bantuan yang diberikan pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) tidak lengkap dan tidak sesuai harapan, maka sejumlah kelompok nelayan yang mendapat bantuan alat tangkap ikan di Kabupaten MBD menjadi dongkol dan diduga menjual alat tangkap tersebut.

Informasi yang diperoleh, bantuan yang diberikan Dinas Kelautan dan Perikanan MBD kepada sejumlah kelompok nelayan di 17 kecamatan yang berada di kabupaten julukan bumi kalwedo ini tidak diberikan dalam satu paket bantuan secara utuh seperti long boat, mesin serta jaring atau alat tangkap ikan lainnya.

Dilaporkan, ada beberapa kelompok nelayan hanya mendapatkan bantuan per item berupa satu mesin (Merk Yamaha 40 PK) saja, di lain pihak ada beberapa kelompok nelayan lain hanya mendapatkan long boat atau body perahu, sementara jaring atau perlengkapan menangkap ikan dan lainnya tidak diperoleh.

“Untuk itu, saya mewakili dari beberapa kelompok nelayan di Kabupaten Maluku Barat Daya mempertanyakan semua bantuan yang diberikan tersebut,” lapor M.R mewakili kelompok nelayan MBD  kepada Berita Maluku online, Kamis (21/1/2016),

Dicontohkan, akibat perlengkapan tidak sesuai harapan, maka ada beberapa kelompok nelayan di Kecamatan Pulau-Pulau Babar nekat menjual bantuan yang diperolehnya kepada salah satu penadah  dalam hal ini pengusaha keturunan berinisial R yang tinggal di Tepa.

Ada laporan juga, untuk menghilangkan jejak, barang-barang bantuan pemerintah ini dibawa oknum tertentu ke Dobo, ibokota Kabupaten Kepulauan Aru untuk dijual di sana.

Informasi lain yang dihimpun, oknum yang memberikan bantuan dari instansi berwenang diduga tidak becus lantaran memilah-milih orang dalam pendistribusian bantuan alat tangkap ikan, alhasil bantuan ini terkesan mubazir karena dinilai tidak tepat sasaran.

Untuk itu, diminta aparat penegak hukum dapat  menelusuri kasus tersebut.

Kepala Dinas Perikanan MBD, Johny James Kay yang hendak dikonfirmasi di kantornya di Tiakur, ibukota Kabupaten MBD terkait persoalan ini tidak berada di tempat.

"Setiap kali didatangi di ruang kerjanya yang bersangkutan selalu dilaporkan oleh bawahannya bahwa tidak berada di tempat." (M/e)
Proyek 4040866265476723130

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang