Keluarga Korban Tuntut Penembak Siswa Madrasah Aliyah Tual Diusut  | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Keluarga Korban Tuntut Penembak Siswa Madrasah Aliyah Tual Diusut 

BERITA MALUKU. Keluarga korban mendesak pihak Polres Maluku Tenggara (Malra) segera mengusut tuntas pelaku penembakan terhadap seorang bocah yang adalah siswa sekolah Madrasah Aliyah Negeri Tual, Firman Mahfus Rumaf, di akhir November 2015 lalu yang mengakibatkan korban meregang nyawa secara tragis.

"Polres Malra diminta bekerja profesional untuk mengusut persoalan ini dan jangan coba menutup-nutupi kasus yang sudah menjadi sorotan masyarakat di wilayah tersebut, supaya menyeret pelaku ke ranah hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Rahmat Ohoirenan, ketua HMI MPO kota tual yang juga sebagai keluarga korban, Kamis (3/11/2015).

Menurutnya, pada tanggal 25 November 2015 di depan Rumah Sakit Tual terjadi peristiwa penembakan yang diduga dilakukan oknum anggota Polres Malra hingga mengakibatkan siswa kelas III Madrasah Aliyah Negeri Tual tewas.

Penyebab peristiwa penembakan diduga akibat kurang profesional oknum aparat dalam menangani perkelahian antar siswa di lokasi depan Rumah Sakit Tual.

Beberapa saksi yang berada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga menyebutkan, bahwa peristiwa penembakan itu terjadi begitu cepat, dan si pelaku berusaha kabur, namun saksi mengaku mengenal siapa oknum pelaku penembakan tersebut yang disebut – sebut berinisal PP, anggota Polres Malra.

Bahkan saksi yang tidak menyebutkan nama itu mengaku sudah melaporkannya ke pihak Polres Malra untuk menyikapi kasus tersebut.

Peristiwa penembakan siswa Madrasah Aliyah Negeri Tual ini rupanya masih menjadi perhatian berbagai kalangan, baik di Kota Tual maupun Kabupaten Maluku Tenggara dan wilayah sekitarnya.

Bahkan sampai pagi ini, Kamis (3/12/2015), masyarakat masih turun ke jalan untuk mendesak pihak kepolisian bertindak cepat mengusut kasus tersebut.

Warga yang turun jalan mengaku geram menyikapi tindakan oknum anggota Polres Malra tersebut.

Sejak penembakan itu menurutnya, keluarga korban yang didukung komponen mahasiswa, organisasi kepemudaan (OKP) yang menamakan diri Forum Solidaritas Kemanusiaan Untuk Rakyat (SAKURA) dan didukung sejumlah warga setempat pada 30 November 2015 melakukan aksi demo di beberapa tempat seperti di depan Pertigaan Warhir Kota Tual dan juga mendatangi Kantor Walikota Tual untuk mendesak pihak pemerintah dan wakil rakyat Kota Tual menyikapi persoalan ini, bila tidak ingin kasus ini melebar. (D/e)
Peristiwa 544659448518194411

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang