Gempa Tektonik, Plafon Lantai Lima Gedung DPRD Maluku Roboh | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Gempa Tektonik, Plafon Lantai Lima Gedung DPRD Maluku Roboh

BERITA MALUKU.Gempa tektonik berkekuatan 5,2 SR yang mengguncang Pulau Seram Bagian Barat dan Pulau Ambon pada Selasa sekitar pukul 01.26 WIT telah menghancurkan lantai lima kantor DPRD Provinsi Maluku.

"Lantai ini adalah ruang pertemuan dan merupakan lokasi yang paling mengalami kerusakan parah sehingga tidak dapat dipakai untuk kegiatan apa pun," kata Kabag Keuangan Sekretariat DPRD Maluku, Baldewin di Ambon, Selasa (29/12/2015).

Seluruh plafon yang terbuat dari gypsum runtuh bersama rangka besi di atasnya, dan dinding pada sisi kiri, tengah, maupun kanan bangunan retak-retak memanjang.

Bahkan instalasi listrik dan pengatur suhu udara (AC) ikut roboh dan bola-bola lampu hancur berantakan di atas lantai.

"Kalau melihat kerusakan yang terjadi, tentunya nilai kerugian sangat besar dan mencapai ratusan juta rupiah, tetapi sebaiknya dihitung oleh tenaga ahlinya," kata Baldewin.


Karena kerusakan juga terjadi pada ruang-ruang milik anggota DPRD provinsi di lantai IV dan lantai II yang merupakan ruangan anggota Wakil Ketua DPRD Maluku, Richard Rahakbauw dimana dindingnya mengalami keretakan dan plafonnya berjatuhan.


Kasie Observasi BMKG Ambon, Lukito mengatakan, pihaknya tengah melakukan pengecekan di lapangan atas berbagai laporan kerusakan bangunan milik masyarakat maupun gedung pemerintah dan swasta.


Berdasarkan informasi awal yang disampaikan BPBD kepada BMKG, terjadi kerusakan bangunan seperti lantai tiga Gereja Rehobot Batugantung dimana plafonnya runtuh, keretakan bangunan RSUD dr. M Haulussy Ambon, dan kerusakan rumah warga di kawasan Pensif, Gunung Nona.

"Petugas kami juga sementara melakukan pengecekan kerusakan bangunan yang retak di gedung kampus IAIN Ambon robohnya dapur milik warga Desa Passo, Kecamatan Baguala (Kota Ambon)," katanya.

Gempa tektonik berkekuatan 5,2 SR mengguncang Pulau Seram Bagian dan Pulau Ambon pada Selasa sekitar pukul 01.26 WIT membuat warga jadi panik dan lari berhamburan keluar rumah.

"Pusat gempa terletak pada posisi 25 kilo meter arah timur Pulau Ambon atau 38 Km selatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat," kata Kepala Seksi Observasi BMKG Maluku, Lukito kepada Antara di Ambon, Selasa dinihari.

Kedalaman gempa cukup dangkal karena hanya sekitar 10 Km di bawah permukaan laut sehingga guncangannya terasa sangat kuat dan warga Kota Ambon bisa merasakan kekuatan guncangan antara III hingga IV MMI.
Headline 8717969588129659498

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang