Warga Dobo Mengeluh, Sudah Dua Pekan Belum Ada Aktivitas Penerbangan | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Warga Dobo Mengeluh, Sudah Dua Pekan Belum Ada Aktivitas Penerbangan

BERITA MALUKU. Sudah dua pekan lebih tak ada aktivitas penerbangan di Bandara Rar Gwamar Dobo, ibukota Kabupaten Kepulauan Aru. Akibatnya sejumlah warga yang terbiasa bertahun-tahun menggunakan jasa angkutan udara tersebut mengeluh. 

Mereka mengaku kesulitan keluar maupun masuk ke Dobo. Bahkan sejumlah aktivitas bisnis maupun urusan pemerintahan di kabupaten itu juga ikut terhambat.

Lefui, salah satu warga Dobo kepada Berita Maluku, Minggu (8/11/2015) mengatakan, saat ini warga Dobo yang ingin menggunakan jasa transportasi udara, harus pergi ke kota Tual dengan lebih dulu memakai kapal Pelni atau kapal Feri. 

"Di kota Tual, warga bisa mendapatkan pesawat. Itupun harus menunggu," katanya.

Lefui mengaku, bahwa selama ini hanya satu maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara Rar Gwamar Dobo yakni Trigana Air.

"Sudah dua pekan ini Trigana Air tidak beroperasi. Namun belum juga ada informasi resmi dari pihak bersangkutan," kata Lefui. 

Penjabat Bupati Kepulauan Aru, Angky Renjaan sempat kesal karena Trigana Air menghentikan aktivitasnya di daerah itu. 

"Saya diinformasikan bahwa manajemen maskapai Trigana Air enggan mengoperasikan pesawatnya karena pertimbangan landasan pacu belum dibenahi, menyusul pengerjaan perpanjangan 1.100 meter menjadi 1.300 meter terkesan tidak karuan," ujar Renjaan, dikutip dari Antara.

Dia mengakui, lumpuhnya aktivitas penerbangan ke maupun dari bandara Rar Gwamar mempengaruhi kegiatan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan sosial.

"Saya pun memanfaatkan jasa kapal PT.Pelni yakni KM. Tidar dari Dobo ke Ambon pada akhir pekan lalu sehingga sejumlah agenda pertemuan dengan Gubernur Maluku, Said Assagaff maupun urusan dinas ke Jakarta tertangguhkan" tegas Renjaan.

Dia juga memandang perlu menyampaikan kepada Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub bahwa Trigana Air sudah dua pekan lebih tidak beroperasi ke maupun dari bandara Rar Gwamar sehingga pihaknya terpaksa menawarkan kepada manajemen Express Air.

"Saya sedang berada di Jakarta dan telah menyepakati pertemuan dengan manajemen Eskpress Air yang nantinya mempertimbangkan pengoperasian pesawat maskapai itu ke Dobo," katanya.

Menurutnya, manajemen Ekspress Air pernah mengajukan izin pengoperasian pesawat ke Bandara Rar Gwamar, tetapi kurang disikapi positif Bupati sebelumnya, Teddy Tengko (almarhum).

Penjajakan ke Ekspress Air bertujuan agar ada kompetisi harga, karena harga tiket Trigana Air selama ini relatif mahal yakni Rp1,3 - 1,4 juta.

"Sekiranya ada maskapai penerbangan lain, maka kemungkinan harga tiket bisa lebih murah dan terjamin kelancaran transportasi udara dari Ambon-Dobo maupun sebaliknya," kata Angelius.

Kabid Perhubungan Udara Dinas Perhubungan Maluku, Jhon Rante, mengemukakan, berdasarkan koordinasinya dengan manajemen maskapai Trigana Air disampaikan bahwa alasan tidak mengoperasikan pesawatnya karena pertimbangan teknis.

"Alasannya masa inspeksi sehingga tidak bisa diabaikan karena memprioritaskan keselamatan penerbangan," ujarnya.
Perhubungan 1813206834994126204

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang