Aktivitas Gempa di Halmahera Barat Mulai Menurun | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Aktivitas Gempa di Halmahera Barat Mulai Menurun

BERITA MALUKU. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ternate, Maluku Utara mencatat dalam sepekan terakhir aktivitas gempa bumi di Halmahera Barat (Halbar) cenderung menurun.

"Gempa bumi di Halbar sepekan terakhir menunjukkan penurunan frekuensi kejadian, dan msyarakat diminta tenang karena potensi terjadinya gempa besar di kawasan itu dinilai minim," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG Daryono di Ternate, Jumat (27/11/2015).

Data Stasiun Geofisika Ternate, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejak Senin (16/11) hingga Jumat (27/11), total aktivitas gempa bumi 611 kali, namun, berdasarkan tren hariannya, saat ini menunjukkan penurunan besaran magnitudo dan frekuensi kejadian.

"Data itu menunjukkan proses pelepasan tegangan pada batuan yang berlangsung terus karena karakteristik batuannya rapuh, jika tegangan yang tersimpan dalam batuan habis, gempa bumi tipe swarm ini berakhir," katanya.

Menurut dia, fenomena swarm, peluang terjadinya gempa besar sangat kecil dn masyarakat tak perlu khawatir ancaman tsunami karena gempa bumi swarm kekuatannya relatif kecil sehingga tak akan mampu membangkitkan tsunami.

Sebelumnya, pekan lalu, ratusan rumah warga dan kantor pemerintah Kabupaten Halbar rusak akibat gempa bumi yang mengguncang Halbar dalam sepekan ini.

Sekkab Kabupaten Halbar, Abjan Sofyan ketika dihubungi mengatakan, berdasarkan data posko bencana kantor BPBD Halbar, tercatat sementara sebanyak 373 rumah diantaranya Desa Bobanehena rusak ringan 276 rumah, rusak sedang 53 rumah dan rusak parah 24 rumah.

Sedangkan Desa Galala rumah rusak ringan sebanyak 15 rumah, rusak berat lima rumah dan Desa Gufasa terdapat satu masjid rusak sedang.Untuk Desa Bukubalawa satu rumah rusak sedang," kata Sekkab Halbar, Abjan Sofyan di Ternate, Senin.

Dia mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan langsung di lokasi, ada sekitar 100 rumah lebih dan kantor pemerintah yang rusak karena gempa, termasuk kantor DPRD Halbar.

Bahkan, kerusakan rumah dan bangunan akibat gempa tektonik kemarin tersebar di beberapa desa di wilayah Halbar dan saat ini masih memverifikasi jumlah korban yang bangunan atau tempat tinggalnya rusak karena gempa.
Malut 6851860667790885581

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang