Guru Honorer di Ternate Berharap Bisa Diangkat Jadi CPNS | Berita Maluku Online | Berita Terkini Dari Maluku Berita Maluku Online
Loading...

Guru Honorer di Ternate Berharap Bisa Diangkat Jadi CPNS

BERITA MALUKU. Sejumlah guru honorer Kategori 2 (K2) di Kota Ternate, Maluku Utara tetap berharap agar aksi solidaritas seluruh guru honorer di Jakarta bisa berdampak baik bagi nasib mereka untuk bisa diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Salah seorang guru honorer di Kota Ternate, Linda S.Pd di Ternate, Kamis (17/9/2015) mengatakan dirinya hanya bisa memberikan dukungan doa agar dengan aksi dan mogok-mengajar yang dilakukan oleh kelompok guru di ibukota Jakarta dan semoga tuntutan-tuntutan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah.

Sehingga, pemerintah dapat memenuhi tuntutan yang menyangkut dengan kepentingan guru honorer di seluruh Indonesia.

Meskipun aksi dan mogok mengajar yang dilakukan oleh kelompok guru honorer di Ibukota Jakarta sela dua hari sejak Selasa sampai Rabu (16/9), namun di Provinsi Maluku dan Kota Ternate pada khususnya ribuan guru honorer hanya pasrah dan tetap berdiam diri serta menjalankan tugas seperti biasa.

Padahal, sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Ternate Muhdar Din menegaskan menyangkut dengan tenaga guru honorer bersama jumlah secara keseluruhan di Kota Ternate sebanyak 1235 orang.

"Ada sekolah negeri maupun sekolah swasta, guru tersebut menjadi tanggung jawab sekolah yang sudah merekrut tenaga guru honorer di sekolah, sehingga guru honorer di Kota Ternate Diknas telah melepaskan tanggungjawab kepada sekolah yang bersangkutan," katanya.

Sebab, pernyataan ini menyusul setelah adanya putusan Mahkamah Konsitusi (MK) yang telah menolak permohonan uji materi UU nomor 5 tahun 2015 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan hasil putusan bahwa tenaga honorer yang berusia 35 tahun tidak bisa diangkat menjadi PNS.

Apalagi, dari putusan tersebut olehnya itu khususnya tenaga honorer bagi guru di Kota Ternate dengan jumlah 1,235 orang, namun dari jumlah guru tersebut, adapun guru yang umurnya sudah mencapai 35 tahun dan tidak bisa diangkat menjadi PNS.

Oleh karena itu, hal ini merupakan tanggung jawab sekolah dan sesuai dengan permasalahan tersebut, namun guru honorer di Kota Ternate dengan aksi serta mogok-mengajar dilakukan oleh kelompok guru honorer di Ibukota Jakarta, tetapi hal tersebut tidak berpengaruh sedikitpun di Kota Ternate.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate, Muhdar Din ketika dikonfirmas menyatakan dukungannya atas aksi para guru honorer di Jakarta, karena selama ini, pemkot tidak bisa mensejahterakan para guru honorer di Ternate, karena terbatasnya anggaran bagi para honerer. (Ant/bm 01)
Malut 377006545313780197
Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# ANEKA

Indeks