Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Maluku | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Maluku


Ambon - Berita Maluku. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pattimura Ambon memandang perlu mengingatkan para penyedia maupun pengguna jasa transportasi laut agar mewaspadai gelombang tinggi dan cuaca ekstrem di perairan Maluku pada beberapa hari ke depan.

"Gelombang berkisar empat hingga lima meter berpeluang terjadi di laut Banda, perairan Kepulauan Aru, perairan pulau Leti, Babar maupun Tanimbar dan laut Arafuru," kata Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon George Mahubessy, di Ambon, Minggu (7/6/2015).

Sedangkan, tinggi gelombang berkisar tiga hingga empat meter berpeluang terjadi di perairan pulau Buru, pulau Seram dan perairan kepulauan Kai.

Begitu pun, adanya awan gelap (cumulonimbus) di laut Banda dan perairan Kepulauan Aru yang menimbulkan angin kencang sehingga menambah tinggi gelombang.

"Dampaknya berpeluang terjadi hujan dengan intensitas lebat disertai petir di laut Banda dan perairan Kepulauan Aru," ujar George.

Dia juga mengingatkan tentang angin kencang dengan kecepatan 30 - 35 KM/jam berpeluang terjadi di laut Banda, Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya (MBD) dan Maluku Tenggara Barat (MTB).

"Perlu diperhatikan Kepulauan Aru secara geografis dekat Australia, sedangkan MTB dan MBD berdampingan dengan Timor Leste," tegas George.

Karena itu, peringatan dini tersebut telah diteruskan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sembilan Kabupaten dan dua Kota hendaknya dipatuhi masyarakat.

"Jangan memaksakan diri berlayar sekiranya kondisi cuaca ekstrim. Langkah ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya musibah laut," tegas George.

Dia juga mengharapkan para Bupati dan Wali Kota agar mengimbau perusahan penyedia maupun pengguna jasa transportasi laut untuk memperhatikan perubahan cuaca secara ekstrim sehingga tidak memaksakan diri berlayar.

Dalam kondisi cuaca ekstrim, maka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Ambon berwenang tidak memberikan izin berlayar, bahkan sekiranya dipandang perlu aktivitas pelayaran untuk sementara ditutup sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru.

"Para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan kapal laut akibat faktor cuaca karena pertimbangan perlunya memprioritaskan keselamatan," kata George Mahubessy. (ant/bm 01)
Indeks 1193314854010112430
Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang