BPOM Diminta Perketat Pengawasan Terhadap Pedagang Jelang Ramadhan | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

BPOM Diminta Perketat Pengawasan Terhadap Pedagang Jelang Ramadhan

Ternate - Berita Maluku. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Maluku Utara (Malut), diminta untuk perketat pengawasan, terutama bagi pedagang di sejumlah pasar tradisional di daerah ini, menyusul masih adanya produk kadaluarsa.

"Kami meminta agar instansi terkait seperti BPOM di Malut diharapkan intens melakukan pemantauan di sejumlah pasar tradisional di Ternate mengenai kemungkinan adanya produk kadaluarsa," kata pengamat Ekonomi Universitas Khairun Ternate, Hasbi Yusuf di Ternate, Minggu (31/5/2015).

Menurut dia, biasanya menjelang Ramadhan ini, ada sejumlah produk kadaluarsa yang dijual pedagang di pasaran setempat, karena produk yang dijual pedagang itu sebagian besar didatangkan dari Pulau Jawa.

Selain BPOM, instansi terkait di Pemkot Ternate tidak hanya melakukan pemantauan terhadap kemungkinan adanya daging yang telah busuk, tetapi juga produk lainnya yang dapat membahayakan kesehatan, seperti daging gelondongan dan produk kadaluarsa.

Khusus untuk produk kadaluarsa, sesuai hasil pemantauan Dinas Kesehatan Kota Ternate yang menemukan ada produk seperti itu yang dijual di sejumlah pasar tradisional dan semuanya telah disita dan dimusnahkan.

Menyinggung stok sembako di Ternate untuk kebutuhan selama Ramadan dan Idul Fitri. Dirinya mengatakan, Pemkot Ternate harus mengawasi distributor dengan tidak menimbun barang kebutuhan pokok yang cukup hingga beberapa bulan mendatang.

Beras misalnya, khusus yang ada di Bulog Ternate, saat ini tercatat sekitar 7.000 ton dan jumlah itu bisa memenuhi kebutuhan untuk Ternate dan daerah lainnya di Malut selama lima bulan ke depan.

Sementara itu, Kepala BPOM Malut, Karim Latukonsina ketika dikonfirmasi mengaku, pihaknya akan melakukan pengawasan selama Ramadan, karena dikhawatirkan para pedagang dan distributor mengeluarkan seluruh stoknya dari gudang, seiring dengan semakin banyaknya permintaan dari masyarakat.

Hal itu mengakibatkan produk yang diduga kadaluarsa ikut dikeluarkan, sehingga untuk mengatasinya, BPOM Malut telah menurunkan seluruh staf ke lapangan untuk melakukan pengawasan.

"Pekan Besok, kami akan menerjunkan tim ke sejumlah pasar swalayan dan pasar tradisional untuk mengecek kemungkinan adanya produk kadaluarsa yang masih dijualn oleh pedagang," katanya. (ant/bm 10)
 
Malut 5593652006195899975
Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang