Rp1,6 Miliar Dana Kesehatan Maluku Jadi Sorotan, Audit Ungkap Dugaan Belanja Fiktif
AMBON - BERITA MALUKU. Temuan audit atas pengelolaan keuangan Tahun Anggaran 2024 pada Dinas Kesehatan Provinsi Maluku kembali mencuat. Sorotan publik kini tertuju pada pertanggungjawaban mantan Bendahara Pengeluaran Dinas Kesehatan Provinsi Maluku atas selisih pencatatan sebesar Rp1,6 miliar yang dalam laporan audit disebut sebagai belanja fiktif.
Dari hasil penelurusan menemukan Laporan Keuangan Tahun 2024 pada Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, bendahara pengeluaran atas nama Paulina Tauran, melakukan pencairan anggaran UP/GU/TU sebesar Rp7.3 miliar sepanjang Februari hingga November 2024. Namun, berdasarkan pencatatan Buku Kas Umum (BKU), belanja yang tercatat hanya sebesar Rp5.7 miliar, sehingga terdapat selisih pencatatan sebesar Rp1.6 miliar yang disebut sebagai belanja fiktif. Selain itu, audit juga menemukan bukti belanja sebesar Rp4.4 miliar yang tidak dapat diakui sebagai bukti pertanggungjawaban yang sah.
Bahkan mirisnya pengelolaan keuangan yang dilakukan tanpa melibatkan proses verifikasi sebagaimana mestinya. Hal ini terjadi akibat kelalaian mantan bendahara pengeluaran yang dengan sengaja melakukan pengelolaan dan penatausahaan keuangan tidak sesuai ketentuan yang berlaku. Akibatnya, terdapat belanja fiktif sebesar Rp1,6 miliar dan bukti belanja senilai Rp4,4 miliar yang berindikasi belanja fiktif.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, hingga kini perkembangan tindak lanjut atas rekomendasi tersebut belum diketahui secara terbuka. Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai status pengembalian dana sebesar Rp1,6 miliar yang menjadi temuan.
“Yang menjadi perhatian adalah sejauh mana tindak lanjut atas rekomendasi tersebut telah dilaksanakan sesuai mekanisme yang berlaku dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar sumber yang tak mau namanya di publis, senin (22/6/2026).
Sejumlah pihak juga menilai, keterbukaan informasi terkait tindak lanjut temuan tersebut menjadi penting untuk menjaga kepercayaan publik, khususnya dalam pengelolaan anggaran sektor kesehatan.
Hal tersebut dianggap perlu agar masyarakat dapat memperoleh kejelasan mengenai akuntabilitas penggunaan anggaran yang bersumber dari keuangan daerah.
[23.55, 22/6/2026] Ian WA: 369 Peserta Ikuti MTQ XXXI Maluku, Gubernur Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani Berakhlak dan Berdaya Saing
AMBON - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026 yang dipusatkan di Islamic Center, Ambon, Senin (22/6/2026).
Pembukaan MTQ XXXI yang berlangsung dari tanggal 22-28 Juni, ditandai dengan pembukaan Mushaf Al-Qur'an oleh Gubernur, yang diiringi lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Kegiatan tersebut mengusung tema "Mewujudkan Generasi Qur'ani yang Berakhlak Mulia, Harmonis, dan Berdaya Saing Par Maluku Pung Bae."
Dalam sambutannya, Gubernur mengingatkan agar pelaksanaan MTQ tidak dimaknai hanya sebagai kegiatan seremonial maupun ajang perlombaan semata. Tetapi menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai fondasi dalam membangun peradaban dan kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, serta berkeadaban.
"Acara seperti MTQ jangan sampai membuat kita terjebak hanya pada aspek seremonial semata. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu menangkap makna yang terkandung di dalamnya dan menghadirkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga berdampak pada pembangunan akhlak dan peradaban bangsa," ujar Gubernur.
Ia menjelaskan, perubahan yang diharapkan dari penyelenggaraan MTQ adalah terjadinya transformasi pola pikir dan karakter masyarakat menuju kehidupan yang lebih terbuka, bijaksana, serta berorientasi pada kemajuan.
Menurutnya, Al-Qur'an tidak hanya menjadi pedoman bagi umat Islam, tetapi juga mengandung nilai-nilai universal yang mampu menjadi fondasi dalam membangun peradaban. Nilai kasih sayang, persaudaraan, keadilan, ketulusan, dan keikhlasan, kata dia, harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
"Nilai-nilai tersebut harus menjadi fondasi dalam menyangga peradaban. Ayat-ayat suci tidak hanya dilantunkan dengan suara yang merdu, tetapi harus meresap ke dalam jiwa dan diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa kasih sayang di Bumi Raja-Raja ini," katanya.
Dalam konteks pembangunan daerah, Hendrik Lewerissa mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk terus menjaga persatuan dan menjadikan Maluku sebagai daerah yang aman, damai, sejahtera, dan bermartabat. Semangat tersebut, menurutnya, sejalan dengan tema MTQ tahun ini dan visi Pemerintah Provinsi Maluku menuju Maluku yang maju, adil, dan sejahtera menyongsong Indonesia Emas 2045.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya mewariskan nilai-nilai perdamaian kepada generasi penerus. Ia berharap anak cucu di masa depan tidak mewarisi kisah-kisah kebencian dan permusuhan, melainkan keteladanan para nabi, rasul, dan tokoh-tokoh beriman yang menjadi sumber inspirasi bagi umat manusia.
"Kepada seluruh peserta, saya mengucapkan selamat berlomba. Tampilkan kemampuan terbaik dengan menjunjung tinggi sportivitas dan nilai-nilai Al-Qur'an. Kepada Dewan Hakim, selamat menjalankan tugas dengan penuh profesionalisme, objektivitas, dan tanggung jawab," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Maluku, Kasrul Selang, dalam laporannya menyampaikan bahwa MTQ merupakan agenda berjenjang yang dilaksanakan mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional. Pelaksanaan MTQ tingkat provinsi menjadi bagian penting dalam pembinaan sekaligus seleksi peserta terbaik yang akan mewakili Maluku pada MTQ Nasional di Semarang, Jawa Tengah, September mendatang.
Kasrul menjelaskan, setelah melalui proses pendaftaran dan verifikasi, sebanyak 369 peserta dinyatakan siap berkompetisi pada delapan cabang dan golongan lomba, di antaranya seni baca Al-Qur'an, tafsir Al-Qur'an, fahmil Al-Qur'an, kaligrafi Al-Qur'an, serta karya tulis ilmiah Al-Qur'an. Selain itu, sebanyak 59 orang Dewan Hakim dan Panitera juga telah disiapkan untuk menyukseskan pelaksanaan MTQ XXXI.
Ajang yang memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Maluku tersebut diikuti kontingen dari 11 kabupaten/kota se-Maluku. Kota Tual sebagai juara umum bertahan kembali ambil bagian bersama daerah lainnya untuk memperebutkan gelar terbaik pada MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026.
