Arus Nataru 2025-2026, Pergerakan Penumpang di Pelabuhan Ambon Tembus 64 Ribu Orang
AMBON - BERITA MALUKU. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon mencatat adanya lonjakan jumlah penumpang selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026. Hingga akhir masa pemantauan, total pergerakan penumpang di Pelabuhan Ambon mencapai 64.340 orang.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Laut (LALA) KSOP Kelas I Ambon, Iyan Ashari, menjelaskan bahwa secara kumulatif jumlah penumpang mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Nataru 2023–2024, kenaikan penumpang mencapai 21 persen, sementara dibandingkan Nataru 2024–2025 terjadi peningkatan sekitar 1 persen.
"Selain jumlah penumpang, peningkatan juga terjadi pada jumlah kapal yang melayani angkutan Nataru. Dibandingkan periode sebelumnya, terdapat kenaikan layanan kapal hingga 21-23 persen. Tahun ini tercatat sebanyak 87 kapal yang melayani arus Nataru, meningkat dari 72 kapal pada periode sebelumnya,"ujar Iyan diruang kerjanya, Selasa (06/01/2026).
Ia mengungkapkan, puncak arus mudik terjadi pada H-2 Natal, yakni 23 Desember, dengan jumlah penumpang naik dan turun mencapai 6.975 orang. Sementara puncak arus balik terjadi pada H+8 Natal, tanggal 2 Januari, dengan total penumpang mencapai 9.087 orang.
“Untuk total keseluruhan, penumpang turun sebanyak 31.071 orang dan penumpang naik 33.269 orang. Jadi total pergerakan penumpang di Pelabuhan Ambon mencapai 64.340 orang,”ucap Iyan.
Menurutnya, pergerakan penumpang terbanyak berasal dari dan menuju Namlea. Penumpang dengan asal perjalanan dari Namlea tercatat sebanyak 10.565 orang, sementara tujuan ke Namlea mencapai 7.578 orang.
Ia menambahkan, selama masa angkutan Nataru tidak ditemukan kejadian menonjol yang mengganggu keselamatan dan kelancaran pelayaran. Secara umum, pelaksanaan arus mudik dan arus balik berjalan aman dan terkendali.
Meski demikian, KSOP Kelas I Ambon mencatat sejumlah hal yang menjadi bahan evaluasi, terutama terkait pembenahan dan revitalisasi terminal penumpang yang berlangsung bersamaan dengan periode Nataru. Kondisi tersebut berdampak pada pengaturan ruang terminal, area parkir, serta arus keluar-masuk penumpang dan kendaraan.
Selain itu, keterbatasan fasilitas boarding pass dan kamar mandi di terminal juga menjadi perhatian. Untuk mengantisipasi antrean penumpang, KSOP terus berkoordinasi dengan PT Pelni terkait penambahan perangkat komputer dan kesiapan petugas di area boarding pass. Sementara itu, Pelindo menyiapkan WC portabel guna memenuhi kebutuhan penumpang selama masa Nataru.
Menutup keterangannya, ia mengimbau masyarakat dan calon penumpang agar sudah berada di pelabuhan paling lambat satu jam sebelum jadwal keberangkatan kapal. Penumpang juga diminta tidak membawa barang secara berlebihan serta tetap menjaga kesehatan demi kenyamanan dan keselamatan selama pelayaran.
