Pendapatan Pasar Mardika Ditargetkan Capai Rp26 | Berita Maluku Online | Berita Terkini Dari Maluku Berita Maluku Online
Loading...

Pendapatan Pasar Mardika Ditargetkan Capai Rp26

Rahakbauw: Tidak Boleh Lagi Melibatkan Pihak Ketiga



AMBON – BERITA MALUKU.
Dalam waktu dekat Pasar Mardika baru yang dibangun menggunakan anggaran Rp134 miliar sudah mulai dioperasikan. 


Pengoperasian pasar yang akan dikelola dengan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu, telah dianggarkan dalam APBD Provinsi Maluku tahun anggaran 2024 senilai Rp8 miliar biaya operasional. 


"Beberapa waktu lalu kita sudah rapat dengan Pemda Maluku dalam rangka membicarakan skema pengelolaan pasar mardika. Kita telah mendorong pasar mardika dibuat pengelolaannya dengan sistim BLUD, yang dikoordinasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan," ungkap Ketua Komisi III DPRD Maluku, Richard Rahakbauw kepada wartawan di rumah rakyat, karang panjang, Ambon, Kamis (07/12/2023). 


Dikatakan, walaupun biaya operasional pasar yang terbilang cukup besar, namun hal tersebut bisa tertutupi dengan pendapatan yang ditargetkan kurang lebih Rp22 mliar.


Jumlah tersebut belum ditambah dengan pendapatan dari parkir kurang lebih satu tahun estimasi capai Rp4 miliar.


"Sehingga jika digabungkan pendapatan dari pasar mardika menjadi kurang lebih Rp26 miliar," ucapnya. 


Dengan biaya pendapatan yang terbilang sangat besar itu, Rahakbauw yang juga merupakan Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Maluku mendorong agar pengelolaan pasar mardika tidak lagi melibatkan pihak ketiga, karena dikhawatirkan akan terjadi lagi konflik. 


"Kalau kerjasama dengan pihak ketiga nantinya akan menimbulkan konflik di kemudian hari. Kami tidak mau seperti itu. Untuk itu diterapkan sistim BLUD, sehingga berdampak bagi pendapatan daerah," tandasnya.


Terkait dengan penempatan pedagang, Rahakbauw mengakui jika dihitung secara keseluruhan pedagang yang mencapai 5000, jumlah tersebut tentunya telah melebihi kapasitas gedung pasar yang hanya bisa menampung 2071 pedagang. 


Mengatasi hal tersebut, pihaknya telah menyusun skema, untuk pedagang yang tidak dalam kouta 2071, makan ditempatkan di beberapa tempat mulak dari taman victoria, pasar lama, hingga pasar lokal lainnya yang tersebar di berbagai lokasi. 


Untuk pedagang yang ditempatkan di pasar lokal, kata Rahakbauw mereka akan diberikan subsidi. 


"Untum mereka yang akan ditempatkan di taman victoria, hanya pedagang barang kering seperti sendal, sepatu, sehingga tidak menimbulkan bau amis," tutupnya.


Rahakbauw berharap seluruh pedagang dapat menyetujui apa yang menjadi kebijakan pemerintah untuk pengembangan pasar yang lebih baik.

Dewan 4729387436516300512
Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# ANEKA

Indeks