Kadispora Maluku Tanggapi Viral Video Diduga Ditelantarkan Atlet Usai Kembali Dari PON Papua | Berita Maluku Online | Berita Terkini Dari Maluku Berita Maluku Online
Loading...

Kadispora Maluku Tanggapi Viral Video Diduga Ditelantarkan Atlet Usai Kembali Dari PON Papua


AMBON - BERITA MALUKU.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Maluku, Sandi Wattimena menepis tudingan Pemda Maluku terkesan menelantarkan Atlit Dayung di Bandara International Pattimura, Ambon, usai n.engikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.


Kepada wartawan di kantor Gubernur, Rabu (13/10/2021), Wattimena mengungkapkan video viral berdurasi 8 menit yang disiarkan langsung atlet cabang olahraga (cabor) dayung Chelsea Corputy peraih medali satu emas dan satu perak di event olahraga nasional ini di akun facebooknya, bukan ditelantarkan tetapi terlambat dijemput.

"Kalau dibilang terlantar enggaklah, orang pulang negeri sendiri kok terlantar bagaimana, kecuali kita pergi negeri orang. Tadi pagi yang datang bukan hanya atlet dayung, tetapi juga dari beberapa cabor lainnya. Jadi bukan tidak dijemput engaklah, tetapi terlambat dijemput. Karena mereka dijemput dengan dua atau tiga bus milik PD Panca Karya yang diatur oleh KONI selaku penanggungjawab," tuturnya.

Selanjutnya, kata Wattimena seluruh atlet yang tiba dari Papua langsung dibawa ke Asrama Haji, Waiheru. Karena sesuai pemberitahuan satgas nasional, semua kontingen yang pulang mengikuti PON harus menjalani karantina, mengingat ada sekitar 80-an atlet dari berbagai daerah dinyatakan positif Covid-19.

Namun tidak tahu koordinasinya bagaimana, lanjut Wattimena seluruh atlet bersama official dan pelatih langsung dipulangkan ke rumahnya masing-masing, dengan ketentuan harus tetap menjalani karantina mandiri. Walaupun sebelum kembali ke Ambon seluruh atlet telah di Swab RT-PCR (Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction).

"Kita berdoa mudah-mudahan mereka sehat, dan puji Tuhan sampai sekarang kontingen Maluku tidak ada yang konfirmasi Covid-19," ucapnya.

Disingung keterlambatan penjemputan atlet apakah disebabkan tidak adanya koordinasi, menurutnya sesuai rencana atlet mendapat medali berkumpul di Jayapura, untuk nantinya pulang setelah mengikuti penutupan PON 14 Oktober.

Hanya saja, rencana KONI sejak keberangkatan ke Papua, atlet yang setelah selesai tanding langsung pulang.

"Sebenarnya ada komunikasi, tetapi bisa dibilang miskomunikasi. Karena kebetulan bertepatan kedatangan Wakil Presiden, Prof. Dr. ( H.C.) K.H. Ma'ruf Amin di Ambon sehingga sedikit agak krodit, karena disana tidak boleh lama, mereka dijemput dan dibawa ke asarama," jelasnya.

Dirinya juga menyingung video viral lainnya disaat atlet sedang makan calepo (bersimpul) diatas tanah, di sekitar halaman asrama, yang dianggap tidak diperhatikan pemerintah, menurutnya tidak demikian.

"Sesampai di asarama haji lalu dibawa nasi kotak, karena kebetulan mereka makan tidak masuk di ruang untuk duduk santai, ada yg foto lalu di follow up terlantar, tidak juga," tandasnya.

Prinsipnya, ungkap Wattimena Pemda Maluku tetap memberikan perhatian serius kepada atlet yang telah berjuang dan meraih prestasi di PON Papua.

"Jadi saya kira tidak perlu dibesar-besarkan, bukan karena kita tidak menghormati atlet, kita sangat bangga atas perjuangan mereka, meskipun pergi dengan keterbatasan tetapi ada hasil dicapai," tutupnya.
Olahraga 7364131736768304452
Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks