Masyarakat Adat MBD Tolak Amdal Blok Masela | Berita Maluku Online | Berita Terkini Dari Maluku Berita Maluku Online
Loading...

Masyarakat Adat MBD Tolak Amdal Blok Masela


AMBON - BERITA MALUKU.
Jangan tolak cintaku, tolak saja Amdal-nya merupakan salah satu dari sebagian pamflet yang dibawa oleh masyarakat yang tergabung dalam masyarakat adat MBD, menyatakan menolak Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Blok Masela, dalam aksi demonstrasi di kantor Gubernur Maluku, Senin (21/09).


Ungkapan tersebut disertai dalam aksi demonstrasi disampaikan, sebagai upaya penolakan AMDAL yang dilakukan PT Inpex Masela sebagai pemrakrasa dan konsorsium RUI-ESC (PT. Radiant Utama Interinsco dan PT ESC Environment Indonesia) selaku konsultan penyusun AMDAL yang tentunya mendiskriminasi MBD sebagai daerah terdampak.


Aksi demonstrasi yang dimulai sejak pukul 10.00 WIT dari Tribun lapangan Merdeka sampai di pintu masuk kantor Gubernur, depan Gereja Marantha, berlangsung aman. 


Seiring berjalan waktu, sempat terjadi aksi dorong pagar pintu, yang dijaga ketat Satpol PP dan aparat kepolisian, menuntut untuk bertemu langsung Gubernur, Murad Ismail.


Karena tidak ada respon, salah satu orator mengeluarkan kalimat "Gubernur Penghianat, Anti Kritik. Jangan memilih pemimpin seperti ini untuk lima tahun kedepan, karena tidak pro kepada rakyat."


"Awalnya mengatakan Gubernur sementara mengikuti kegiatan di Kodam, namun nyatamya dari koordinasi 30 menit namun tak kunjung datang. Kemudian katakan Gubernur tidak berada, ini merupakan pemimpin penipu masyarakat dan tidak boleh lagi dipilih lagi kedepan," ucapnya.


Pendemo juga menyingung penyusunan Amdal yang tidak melibatkan akademisi Universitas Pattimura. 


"Ada orang asli Maluku yang berkompeten untuk mengkaji AMDAL namun nyatanya menggunakan tenaga dari luar. Kebodohan yang ada di pemangku kepentingan," cetusnya.


Pendemo mengancam, jika tidak merespon desakan ini, masyarakat MBD di Ambon akan turun duduki kantor Gubernur.


Aksi demontsrasi ini juga diwarnai dengan joget "Bunga Leksula", menirukan aksi viral yang terjadi di DPRD Maluku beberapa waktu lalu. 


Sekedar tahu, ada lima point tuntutan masyarakat adat MBD, yang dibacakan Benny Jermia selaku Korlap, satu menolak Amdal yang dilakukan PT Inpex Masela karena sudah mendiskriminasi MBD dan menggadu domba masyarakat Kepulauan Tanimbar dan masyarakat MBD.


Dua, menuntut MBD dimasukan sebagai daerag terdampak dalam proses eksploitasi Blok Masela, karena dari hasil kajian membuktikan bahwa MBD adalah daerah terdampak ketika Blok Masela beroperasi.


Tiga, PT Inpex merealisasikan janji mereka untuk membangun fasilitas Balai Latihan Kerja dan fasilitas pendukung bertaraf internasional di MBD.


Empat, menutut PT Inpex memprioritaskan tenaga kerja lokal dari MBD dan Kepulauan Tanimbar saat Blok Masela beroperasi.


Lima, memuntut agar dalam setiap pertemuan resmi yang diselenggarakan SKK Migas, PT Inpex dan Pemerintah Pusat maupum pemerintah provinsi harus melibatkan Kabupaten MBD.


Headline 7857933835441079052
Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks