Dikbud Maluku Programkan Mobile Guru, Setiap Enam Bulan Diroling | Berita Maluku Online | Berita Terkini Dari Maluku Berita Maluku Online
Loading...

Dikbud Maluku Programkan Mobile Guru, Setiap Enam Bulan Diroling

AMBON - BERITA MALUKU. Selain merencanakan untuk melakukan kompetensi dasar kepada seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK se-Maluku, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku, juga merencanakan program mobile guru, yang mulai dilaksanakan setelah selesai pelaksanaan Ujian Nasional (UN).

“Mobile Guru ini dari sekolah yang penuh ke sekolah yang tidak memiliki guru. Yang pastinya mereka tidak tinggal tetap disitu, mungkin cuma enam bulan, setelah itu saya ganti dengan yang lain atau roling,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku, Insun Sangaji kepada awak media usai pembukaan forum OPD Dikbud Maluku yang berlangsung di Golden Palace, Rabu (19/02/2020).

Dikatakan, program yang direncanakan ini merupakan salah satu upaya untuk peningkatan mutu Pendidikan dan distribusi guru ke daerah yang minim tenaga pendidikan.

Mengingat, kkata Insun, selama ini penyebaran guru di Maluku tidak merata, terutama di daerah tertinggal, terdepan dan terluar.

“Jadi guru-guru tidak usah takut kalau di mobile, tidak mungkin dia tinggal di tempat itu selamanya, dia hanya sementara, itu juga penyegaran. Mungkin guru-guru di Ambon sudah sumpek saya pindahkan sebentar, mungkin enam bulan dia balik lagi atau pindah ke tempat lain, tetapi kosekuensinya adalah biaya, tapi tidak usah khawtir untuk mereka punya gaji dan sertifikasi, dan yang tidak punya sertifikasi kita akan urus untuk mendapat sertifikasi,” tuturnya.

Untuk sekolah yang tidak memiliki mess, pihaknya akan mengontrak rumah. Untuk biayanya berasal dari Dinas.

Selain itu, dirinya akan melakukan seleksi kepada seluruh kepala sekolah SMA/SMK, guna mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah yang sampai saat ini masih kosong atau masih dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt).

“Kita sudah programkan kegiatan ini, untuk sekolah yang sudah memiliki Kepala Sekolah saya hanya akan uji kompetensi,” ucapnya.

Untuk itu, jelas akademis Universitas Pattimura ini,  semua program yang diprioritaskan direncanakan di tahun ini akan dipush ke APBD-Perubahan, jika tidak bisa maka diundur sampai tahun 2021. Tapi tentu, tetap berkoordinasi dengan Gubernur.

“Yang jelas program yang dilaksanakan lebih banyak ke peningkatan mutu Guru dan distribusi guru yang merata,” tandasnya.

Ia juga menegaskan, ada banyak sekali persoalan guru yang diterimanya, tentu menjadi perhatian serius untuk diselesaikan.

“Saya tidak melihat siapapun, siapapun datang dengan masalah maka akan segera diselesaikan. Tidak pernah kita endapkan masalah, hari ini masalah datang, hari ini juga saya akan menyelesaikan, karena memang guru harus diperhatikan,” pungkasnya.

Karena menurutnya, pendidikan unjung tombaknya guru, kalau guru tidak diperharikan maka pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa dalam meningkatkan mutu pendidikan di negeri seribu pulau ini.

Pendidikan 395902719525295968
Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks